Diduga Korupsi Dana Bencana Rp1,7 Miliar, Pejabat Kabupaten Bogor Jadi Tersangka

Merdeka.com - Merdeka.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor menetapkan salah satu pejabat di Pemerintahan Kabupaten Bogor, Sumardi sebagai tersangka korupsi dana bantuan kebencanaan, Kamis (28/7). Seorang pegawai kontrak di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor turut dijadikan tersangka dalam kasus itu.

Sumardi kini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor. Sebelumnya, dia merupakan salah satu pejabat di Inspektorat Kabupaten Bogor.

Namun, kasus yang menjerat Sumardi terjadi kala dia menjabat Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Ratik) BPBD Kabupaten Bogor medio 2011-2018.

"Kami tetapkan dua orang tersangka. Berinisial S dan SS dalam kasus dana bencana," kata Kasie Intel Kejari Kabupaten Bogor, Juanda, Kamis (28/7).

SS merupakan salah satu pegawai kontrak di BPBD pada periode yang sama dengan Sumardi. Keduanya dianggap menyelewengkan uang Rp1,7 miliar untuk bantuan kebencanaan bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT) tahun 2017.

"Kabid berperan melaksanakan pencairan BTT 2017. Sementara SS membantu peran kabid tersebut," kata Juanda.

Tidak Distribusikan Bantuan

Juanda menjelaskan, dana bantuan itu seharusnya didistribusikan BPBD Kabupaten Bogor kepada masyarakat di Kecamatan Cisarua, Tenjolaya dan Jasinga. Namun, dari pemeriksaan Kejari terhadap saksi-saksi, bantuan itu tidak terdistribusi.

Meski begitu, pihaknya belum menahan Sumardi dan SS. Namun, pihaknya akan melakukan pemanggilan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Yang bersangkutan sudah lima kali kami periksa sebagai saksi. Sejauh ini sudah 15 orang kami periksa dalam kasus ini," kata Juanda. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel