Diduga Langgar Prokes Covid-19, Bupati Lahat Dilaporkan Warga ke Polisi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Palembang - Duka masih merundung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat Sumatera Selatan (Sumsel). Dua orang pejabatnya yaitu Kepala Balitbang Lahat Agung Pribadi dan Sekda Lahat Januarsyah Hambali.

Berpulangnya kedua pejabat penting di Pemkab Lahat Sumsel tersebut, diduga karena terpapar Covid-19 usai pulang dari kegiatan outbond di Bogor Jawa Barat (Jabar).

Dari informasi yang dihimpun, Bupati Lahat Cik Ujang bersama Wakil Bupati (Wabup) Lahat, Sekda Lahat, kepala dinas, kepala badan dan kepala bagian di Lahat mengikuti outbond di Bogor pada awal Desember 2020 lalu.

Usai pulang dari Bogor, Kepala Balitbang Lahat meninggal dunia pada hari Kamis (17/12/2020). Sekda Lahat juga mengalami kondisi kritis dan dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Siloam Palembang.

Swab test Sekda Lahat menunjukkan hasil positif Covid-19. Namun pada hari Minggu (20/12/2020) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Sekda Lahat menghembuskan nafas terakhir di RS Siloam Palembang.

Direktur RS Siloam Palembang Bona Fernando mengatakan, jenasah Sekda Lahat langsung dipulangkan ke Kabupaten Lahat.

“Ya betul (meninggal dunia terpapar Covid-19),” ucapnya, Selasa (22/12/2020).

Di tengah rasa duka yang mendalam di lingkungan Pemkab Lahat, ternyata warga Lahat yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Lahat (Gemapala) melaporkan Bupati Lahat Cik Ujang.

Laporan tersebut dilayangkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel. Mereka melaporkan kepala daerah Kabupaten Lahat tersebut, terkait dugaan tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Namun karena dokumen belum lengkap dan tidak bukti, mereka diarahkan untuk konseling sebelum membuat laporan secara resmi.

Diungkapkan Ketua Gemapala Sundan Wijaya, mereka melaporkan Bupati Lahat Cik Ujang karena terindikasi ada unsur kesengajaan dalam menggelar outbond di Bogor di tengah pandemi Covid-19.

Kekecewaan Warga Lahat

Polda Sumsel (Liputan6.com / Nefri Inge)
Polda Sumsel (Liputan6.com / Nefri Inge)

“Ini menimbulkan klaster baru penularan Covid 19, yang menyebabkan dua pejabat di Lahat meninggal dunia setelah terkonfirmasi Covid 19,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan rasa kecewanya, karena Pemkab Lahat sebelumnya kerap menyuarakan ke masyarakat agar mematuhi prokes pencegahan Covid-19.

“Nyatanya di sini pemimpinnya sendiri yang melanggarnya. Kami sangat kecewa seorang pemimpin, yang seharusnya menjadi contoh malah dia sendiri yang melanggarnya,”ucapnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :