Diduga Mainkan Piutang Proyek, Hary Tanoe Digugat Rp 233 Miliar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo digugat oleh PT Bangun Bumi Bersatu (BBB) atas dugaan melawan hukum. Gugatan itu dilayangkan karena mengalihkan piutang proyek dari pinjaman yang digelontorkan Bank MNC Internasional tanpa sepengetahuan dan persetujuan penggugat.

Dalam gugatan bernomor 921/Pdt.G/2021/PN JKT.SEL yang terdaftar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan tersebut, PT BBB menguggat PT Bank MNC Internasional Tbk, PT Harbun Perkasa, PT MNC Investama Tbk, dan PT Sapta Prima Talenta. Turut tergugat juga dicantumkan atas nama Hary Tanoesoedibjo, Ati Mulyani, dan Vestina Ria Kartika.

Tak tanggung-tanggung, Hary Tanoe cs dimintai pembayaran ganti rugi mencapai Rp 233 miliar. Itu terdiri dari kerugian materiil senilai Rp 133,07 miliar, dan immateriil sebesar Rp 100 miliar.

"Menyatakan perjanjian kredit antara Tergugat I dengan Penggugat sebagaimana Akta Nomor 23, tanggal 26 Agustus 2015, dibuat di hadapan Notaris Ati Mulyati, Notaris di Jakarta (Turut Tergugat II) adalah cacat hukum dan tidak sah sehingga harus dinyatakan batal menurut hukum, serta tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat dengan segala akibat hukumnya," tulis petitum yang termuat dalam laman SIPP PN Jakarta Selatan, dikutip Selasa (26/10/2021).

PT BBB meminta pengadilan untuk mengembalikan pinjaman modal yang diinvestasikan PT Hanbin Perkasa dan Hary Tanoe senilai Rp 40 miliar, sesuai dengan mekanisme perusahaan dan ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya, pengadilan menetapkan kewajiban PT BBB selaku penggugat untuk mengalihkan uang yang diterima dari hasil pencairan kredit tahap 1, yakni sebesar Rp 5 miliar kepada Bank MNC Internasional.

Kemudian, meminta PN Jakarta Selatan menghukum PT Harbin Perkasa supaya mengembalikan uang yang diterimanya dari PT BBB yang merupakan hasil pencairan kredit tahap I sebesar Rp 40 miliar kepada Bank MNC Internasional.

Tuntutan lainnya, PT MNC Investama digugat secara hukum supaya mengembalikan uang yang diterimanya dari PT BBB yang merupakan hasil pencairan kredit tahap I sebesar Rp 6 miliar kepada Bank MNC Internasional.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Mengembalikan Barang

Ilustrasi sidang. (dok. Unsplash.com/Bill Oxford/@bill_oxford)
Ilustrasi sidang. (dok. Unsplash.com/Bill Oxford/@bill_oxford)

PT BBB juga menyatakan, perbuatan Bank MNC Internasional mengalihkan piutang (cessie) kepada PT Sapta Prima Talenta tanpa sepengetahuan dan sepersetujuan penggugat sebagai perbuatan melawan hukum yang bertentangan dengan kepatutan dan kewajiban hukum.

PN Jakarta Selatan juga diminta menetapkan agar Perjanjian Pengalihan Piutang (cessie) antara Bank MNC Internasional dengan PT Sapta Prima Talenta cacat hukum dan tidak sah, sehingga batal menurut hukum.

Selain itu, PT BBB juga meminta agar Bank MNC Internasional mengembalikan barang-barang milik pihaknya yang sebelumnya dijadikan sebagai jaminan kredit, antara lain:

1. Tanah dan Bangunan atas Proyek PLTM Cibareno 1, atas nama Penggugat sebagai Pemilik

2. Sertifikat Hak Milik Nomor 1649/Tebet Barat, tertletak di DKI Jakarta, seluas 800 M2 atas nama Yayan Rahtikawati

3. Piutang sebesar Rp 6,5 miliar atas nama Penggugat

4. Mesin-mesin yang berada di PLTM Cibareno 1, senilai Rp 32,12 miliar atas nama Penggugat sebagai pemilik

5. Saham-saham PT Bangun Bumi Bersatu (Penggugat), yang diinvestasikan pada PT Bela dan PT BBLA

6. Saham-saham PT Minerina Bangun Cimadur, yang diinvestasikan pada PT MCG dan PT BBB7. Personal Guarantee atas nama Sujana Sulaeman.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel