Diduga Menu Dicampur Babi, Subway Dituntut di AS

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, San Fransisco - Subway yang terkenal akan menu roti isinya sedang diseret pelanggan ke meja hijau. Pasalnya, menu tuna sandwich Subway ternyata tak mengandung tuna, justru malah mengandung babi.

Subway adalah salah satu makanan cepat saji yang paling populer di Amerika Serikat. Menu andalan mereka adalah produk sandwich.

Tuntutan terhadap Subway dilayangkan oleh Karen Dhanowa dan Nilima Amin di San Fransisco. Kedua wanita itu bahkan melakukan uji independen terhadap DNA daging di roti tuna Subway.

Berdasarkan laporan New York Post, Sabtu (12/11/2021), Karen dan Nilima melakukan uji laboratorium di University of California di Los Angeles (UCLA). Mereka membawa 20 sampel roti tuna.

Hasilnya, tak ada satu pun dari roti isi itu yang mengandung DNA tuna. Semua rotinya mengandung ayam, dan lebih dari setengahnya mengandung DNA daging babi. Ada pula tujuh sampel yang mengandung hewan ternak jenis lain.

Ini adalah upaya ketiga dari kedua wanita itu untuk menuntut Subway.

Temuan ini pun membantah klaim Subway bahwa produk mereka adalah 100 persen tuna. Selain itu, menu di Subway berpotensi melanggar etika terkait makanan yang dilanggar agama tertentu. Seperti diketahui, daging babi dilarang bagi umat Yahudi dan Muslim.

Bantahan Subway

Tuna sandwich dari Subway. Dok: Subway
Tuna sandwich dari Subway. Dok: Subway

Karen dan Nilima menuding Subway tidak cukup hati-hati untuk melindungi rantai produk tuna mereka, sehingga bisa terjadi pencampuran.

"Sebaliknya, mereka secara aktif melakukan tindakan-tindakan dan langkah-langkah yang mendorong pencampuran atau mengizinkan bahan non-tuna agar bisa masuk ke produk-produk tuna mereka," tulis gugatan tersebut.

Sementara, pihak perusahaan sudah sempat membantah dan menegaskan produk mereka adalah asli tuna. Mereka bahkan menyediakan halaman khusus untuk menampilkan "Tuna Facts."

Subway menegaskan bahwa produk mereka 100 persen tuna yang ditangkap di alam liar. Selain itu, Subway berkata sudah dua kali tuntutan Karen dan Nilima ditolak pengadilan. Akan tetapi, mereka belum mengomentari hasil lab baru dari UCLA.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel