Diduga Stres Karena Diisolasi, Anak Penghuni Lapas Palembang Tewas Gantung Diri

Merdeka.com - Merdeka.com - Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Palembang geger dengan aksi gantung diri yang dilakukan sesama penghuni. Dia adalah seorang narapidana inisial RA (16) yang baru mendekam tiga bulan lalu.

RA ditemukan tewas dalam posisi tergantung menggunakan sobekan kain di lehernya di blok hunian isolasi, Jumat (4/11) pagi. Kemudian dievakuasi ke kamar mayat RS Bhayangkara Palembang dan diserahkan ke keluarga.

"Benar, yang bersangkutan meninggal diduga gantung diri di ruang isolasi," ungkap Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumsel Bambang Haryanto.

Dia menjelaskan, RA merupakan narapidana kasus pencurian dan divonis 10 bulan penjara. Dia ditahan di LPKA Palembang sejak 19 Agustus 2022.

"Sudah tiga bulan ditahan, tapi vonisnya baru dibacakan secara virtual 1 November kemarin, putusannya 10 bulan penjara," terangnya.

Dari informasi yang diterimanya, RA diketahui mengidap TB Paru sehingga penahanannya ditempatkan terpisah, yakni ruang isolasi. Hal ini untuk mencegah terjadinya penularan penyakit ke tahanan lain.

"Untuk penyebab gantung diri belum tahu, kita lagi periksa petugas jaga dan warga binaan lainnya," pungkasnya. [lia]