Diduga Tak Adil, Penyidik Polda Jabar Dilaporkan ke Kapolda

·Bacaan 1 menit

VIVA - Penyidik Unit III Subdit I Ditreskrimum Polda Jabar dilaporkan ke Kapolda Irjen Pol Akhmad Dofiri oleh seorang perempuan, Tuti Kuspati Halim. Hal itu karena mereka dinilai tidak adil dalam menangani perkaranya.

"Betul kemarin sudah kami laporan," kata Pengacara Tuti Kuspiati Halim, Agung Mattauch, kepada wartawan, Rabu, 25 Agustus 2021.

Surat pengaduan ke Kapolda diterima Kasetum dengan tanda terima No PU/734. Agung menuturkan awalnya pada Februari 2021 Tuti melaporkan Wawan alias Wan Hok alias Lim Wan Hok ke Polda dengan tuduhan menggunakan akta kewarganegaraan palsu. Belakangan, pada April 2021 Wawan membuat semacam "laporan tandingan" dengan laporan polisi (LP) No 408/IV/2021.

Satu hari setelah terbit surat perintah penyelidikan, penyidik langsung tancap gas memanggil Tuti untuk diinterogasi. Dalam interogasi salah seorang penyidik dengan nada tinggi mencoba mengarahkan jawaban Tuti agar sesuai memberikan jawaban sesuai dengan keinginan penyidik.

Baca juga: Polda Jabar Periksa Anggotanya soal Penganiayaan Bripda Daniel

Hebatnya lagi, lanjut Agung, perkara dengan terlapor Tuti lalu naik ke penyidikan, sementara laporan Tuti dengan terlapor Wawan yang dibuat lebih dulu malah masih dalam penyidikan.

"Ini jelas menciderai rasa keadilan Tuti," kata Agung.

Oleh karena itu, Agung meminta Kapolda untuk memeriksa sekaligus mengganti penyidik yang diduga telah memberikan keistimewaan kepada Wawan. Dia juga meminta laporan dengan terlapor Wawan mendapatkan atensi, mengingat bukti dan saksi saksinya sudah sangat terang benderang.

"Jadi selayaknya naik ke penyidikan. Soal status WNA Wawan alias Wan Hok alias Lim Wan Hok kami laporkan tersendiri," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel