Diduga Terlibat Perdagangan Satwa Dilindungi, Eks Bupati Bener Meriah Ditangkap

Merdeka.com - Merdeka.com - Mantan Bupati Bener Meriah, Ahmadi ditangkap tim Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sumatera. Dia diduga terlibat perdagangan kulit harimau Sumatera yang merupakan satwa liar dilindungi.

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera, Subhan, mengatakan Ahmadi ditangkap bersama satu rekannya inisial S di SPBU di kawasan Pondok Baru, Kecamatan Bandar, tempat yang disepakati untuk transaksi.

Sementara seorang rekan Ahmadi lainnya, inisial I, yang disebut sebagai otak pelaku perdagangan kulit harimau itu melarikan diri. Mereka menjual kulit harimau kepada petugas yang menyamar.

"Tiga orang ini datang dan memperlihatkan satu lembar kulit harimau beserta tulang belulangnya. Tim langsung hendak mengamankan tiga orang tersebut, namun satu orang melarikan diri," kata Subhan, Kamis (26/5).

Sita Kulit Harimau

Ahmadi dan satu rekannya ditangkap tim gabungan Brigade Macan Tutul Seksi Wilayah I Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera dan Polda Aceh pada Selasa (24/5) sekitar pukul 04.30 WIB. Dari tangan mereka, petugas menyita kulit harimau lengkap tulang belulang, 1 unit mobil, dan 2 unit handphone. Usia diamankan, barang bukti dan keduanya langsung dibawa ke Polda Aceh.

Penyidik telah memeriksa Ahmadi dan S. Gelar perkara pun telah dilakukan di ruang rapat Polda Aceh. Sementara seorang tersangka lain masih diburu petugas. "Kami masih mendalami kasus ini sehingga membuat terang perkara guna penetapan tersangka dan mengungkap aktor intelektual lainnya," ujarnya.

Diketahui, Ahmadi pernah terjerat operasi tangkap tangan KPK karena menyuap Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, pada 2018. Dia dipenjara di Suka Miskin selama 3 tahun. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel