Diego Maradona Meninggal, Argentina Berkabung 3 Hari

Luzman Rifqi Karami, Dede Idrus (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Publik sepakbola seluruh dunia terkejut mendengar kabar legenda Timnas Argentina, Diego Maradona meninggal dunia. Si Tangan Tuhan menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu 25 November 2020.

Doa dan ucapan belasungkawa pun mengalir di media sosial. Bahkan, kabar kepergian Diego Maradona menjadi trending topic di jejaring sosial twitter.

Maradona memang menjadi sosok legenda sepakbola dunia. Aksinya di lapangan membuat para pencinta sepakbola berdecak kagum. Tak heran banyak orang merasa kehilangan dengan kepergian Maradona.

Duka mendalam juga dirasakan juru taktik Borneo FC, Mario Gomez. Pelatih berkebangsaan Argentina ini menyebut sosok Maradona sudah menjadi legenda dunia, terutama publik Argentina.

"Saya dan banyak orang tentunya sangat berduka. Dia seorang yang sangat hebat. Masyarakat Argentina sangat bersedih atas kepergian Maradona," ucap Gomez saat dihubungi wartawan.

Gomez menambahkan, sebagai bentuk penghormatan pemerintah Argentina melalui Presiden Argentina, Alberto Fernandes menetapkan hari berkabung selama tiga hari.

"Argentina berkabung untuk tiga hari," kata eks pelatih Persib Bandung ini.

Sebelum meninggal, Maradona sempat menjalani operasi otak beberapa pekan lalu. Namun, kondisinya kembali menurun dan meninggal dunia tepat di usia 60 tahun.