Diejek Suporter Sendiri saat Real Madrid Kalahkan Shakhtar, Carlo Ancelotti Tidak Marah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Carlo Ancelotti memaklumi perlakuan suporter Real Madrid pada pertandingan melawan Shakthar Donetsk pada lanjutan babak penyisihan grup Liga Champions, Kamis dini hari WIB (4/11/2021). Dalam duel ini, fans Los Blancos sempat bersiul megolok-olok para pemain mereka sendiri.

Bertanding di Santiago Bernabeu, Real Madrid sebenarnya menang dengan skor 2-1. Namun permainan skuat ibu kota sempat tidak menjanjikan dan membuat jengkel para pendukung mereka sendiri.

Seperti dilansir dari AS, Real Madrid unggul pada menit ke-14 lewat Karim Benzema. Namun tim tamu sempat membalas dan menyamakan kedudukan melalui Fernando pada menit ke-39. Skor imbang bertahan hingga babak pertama usai dan permainan Madrid terlihat mengalami banyak penurunan.

Real Madrid akhirnya memimpin lagi pada menit ke-61 lewat gol kedua Karim Benzema. Skor 2-1 untuk keunggulan Los Blancos bertahan hingga akhir laga dan Madrid kembali meraih tiga poin.

Komentar Ancelotti

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti menyaksikan pemainnya bertanding melawan Sheriff pada pertandingan grup D Liga Champions di stadion Bernabeu di Madrid, Spanyol, Rabu (29/9/2021). Sheriff menang atas tuan rumah Real Madrid 1-2. (AP Photo/Jose Breton)
Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti menyaksikan pemainnya bertanding melawan Sheriff pada pertandingan grup D Liga Champions di stadion Bernabeu di Madrid, Spanyol, Rabu (29/9/2021). Sheriff menang atas tuan rumah Real Madrid 1-2. (AP Photo/Jose Breton)

"Saya paham dengan siulan itu, karena saya tahu atmosfer di sana," kata Ancelotti dilansir dari Marca.

"Itu stadion yang menuntut. Kami memulai kedua babak dengan baik dan kemudian turun. Kami tidak cukup agresif," sambung pelatih asal Italia itu menggambarkan permainan timnya.

"Hal seperti ini bisa terjadi, dan beruntung suporter membangunkan kami dengan siulan," katanya.

Trio Kunci Kemenangan

Kehadiran Ancelotti sebenarnya sudah banyak memberi pengaruh kepada Real Madrid. Di ajang Liga Champions musim ini, Los Blancos masih memimpin grup D dengan koleksi 9 poin dari 4 laga. Sementara di La Liga, Real Madrid berada di urutan kedua, terpaut 1 poin dari pemuncak klasemen.

Meski demikian, suporter tidak terlalu puas dengan kinerja Ancelotti yang dianggap telah mengubah ciri khas permainan Madrid menjadi tidak menarik. Dan hal itu kembali terlihat saat betemu Shakhtar.

Dalam duel ini, permainan Real Madrid tampak tidak menarik. Sejumlah pemain tampil di bawah kemampuan terbaiknya. Beruntung, Thibaut Courtois, Vinicius dan Karim Benzema, mampu membawa perubahan. Ketiganya boleh dikatakan menjadi kunci kemenangan Los Blancos atas Shakhtar.

"Memang benar bahwa mereka lebih menonjol daripada yang lain," kata Ancelotti tentang trio tersebut.

“(David) Alaba dan [Eder] Militao juga bermain bagus. Saya setuju bahwa Courtois, Vini dan Benzema bersinar, tetapi Real Madrid adalah Real Madrid dan mereka adalah sebuah tim,"beber Ancelotti.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel