Dieng Culture Festival 2021 Digelar secara Hybrid, Ganjar Minta Prokes Tetap Dijaga Ketat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Semarang Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo resmi membuka gelaran Dieng Culture Festival 2021 dari ruang kerjanya, Senin (1/11). Memasuki tahun ke-16, Dieng Culture Festival digelar secara hybrid mengingat situasi pandemi yang masih melanda Indonesia. Penyesuaian ini, menurut Ganjar bisa menjadi pengalaman untuk pelaksanaan DCF tahun depan.

Ganjar yang biasanya hadir langsung untuk membuka festival tahunan itu, mengaku sudah rindu untuk bisa kembali hadir ke sana.

“Terus terang saya pengin banget datang hari ini. Mudah-mudahan ada waktu nanti yang saya bisa ikut menikmati dari sekian hari yang mungkin saya bisa melihat ke sana,” kata Ganjar mengawali sambutannya.

Rindu Suasana Dieng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo resmi membuka gelaran Dieng Culture Festival 2021  dari ruang kerjanya, Senin (1/11).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo resmi membuka gelaran Dieng Culture Festival 2021 dari ruang kerjanya, Senin (1/11).

Ganjar mengatakan, saat ini sudah banyak yang rindu dengan kesejukan suasana Dieng terutama kegiatan festival tahunan tersebut. Maka ketika panitia melapor kepadanya bahwa DCF 2021 masih akan digelar secara virtual, Ganjar memberi saran lain.

“Kalau sudah bisa luring, dihybrid saja. Kenapa? Agar kita bisa memulai,” ujar Ganjar.

Di sisi lain, dengan memulainya sekarang bisa jadi pengalaman bagi panitia untuk pelaksanaan Dieng Culture Festival berikutnya.

“Kalau kemudian kita bisa memenej itu, siapa tahu pengelolaan pariwisatanya bisa lebih baik dan masyarakat kita edukasi agar mereka semua bisa hati-hati dan jaga prokes. Piknik tapi jaga prokes, dan dipastikan mereka bisa happy senang tapi ketat dengan prokes yang ada,” ujarnya.

Konsep Hybrid Pilihan Terbaik

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo resmi membuka gelaran Dieng Culture Festival 2021  dari ruang kerjanya, Senin (1/11).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo resmi membuka gelaran Dieng Culture Festival 2021 dari ruang kerjanya, Senin (1/11).

Ganjar mengatakan, cara yang dilakukan saat ini sudah cukup bagus. Ganjar menjelaskan, hybrid bisa dilaksanakan dengan peserta terbatas sehingga tetap memerhatikan keamanan dan kenyamanan saat acara.

“Kalau semua kita buka, kamu nanti ga disiplin ya kita yakut juga kalau Covid meledak lagi. Tapi dengan semakin banyak yang sudah divaksin, masyarakat makin bisa menjaga prokes sebenarnya bisa kok kita bikin,” kata Ganjar.

Panitia memastikan pelaksanaan DCF masih sama dengan tahun sebelumnya, yakni dengan pembatasan yang ketat. Yang boleh hadir hanyalah tamu undangan dengan jumlah terbatas. Masyarakat umum atau wisatawan bisa menyaksikan gelaran itu secara virtual. Protokol kesehatan masih jadi acuan pelaksanaan kegiatan mengingat masih dalam suasana pandemi Covid 19.

Ganjar berharap dengan penyesuaian ini, pariwisata di kawasan Dieng bisa mulai ditata dengan baik. Selain itu, ekonomi masyarakat sekitar Dieng juga menggelinding.

“Mudah-mudahan ini bisa lancar, ekonomi bisa menggelinding, masyarakat bisa tersenyum bahagia untuk bisa menghadiri acara dieng culture festival. Buat semua jalankan pelaksanaannya dengan prokes, awas ya sampahnya jangan dibuang sembarangan,” tandas Ganjar.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel