Diet Keto Membuat Perempuan Ini Turunkan Berat Hingga 52 kilo

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Diet keto menjadi salah satu diet yang sering dilakukan untuk penurunan berat badan. Seperti Julia Terranova, yang membagikan kisah dietnya.

Perempuan asal Newberg, Oregon, menceritakan jika ia terlalu banyak makanan cepat saji dan didiagnosis dengan berbagai penyakit kesehatan, dari situlah ia mulai menjalankan diet keto.

“Saya berkomitmen untuk keto dan pelacakan kalori dan mengambil kembali kesehatan saya,” ujarnya melansir womenhealthmagz.

Sebelum menemukan diet keto, perempuan berusia 25 tahun ini selalu makan-makanan cepat saji setiap harinya mulai dari drive-thru hingga makan di tempat. "Saya bisa sehari dua kali makan cepat saji. Saya menyembunyikan kebiasaan ini dari semua orang, dan berat badan itu perlahan bertambah,” ujarnya.

Awalnya, ia menyalahkan kenaikan berat badanya karena memiliki dua bayi dengan jarak 14 bulan. Selain kenaikan berat, Julia juga mengalami kesehatan fisik yang menurun. Ia didiagnosis dengan penyakit Crohn, dan menderita tekanan darah tinggi dan pradiabetes.

Saya berusia 23 tahun dan beratnya 300 pound atau sekitar 230 kilo. Perjalanan dengan mobil itu menyiksa. Rasa sakit yang membengkak, menusuk, dan kebutuhan makan terus-menerus menjadi terlalu banyak. Saya nyaris tidak muat di kursi mobil saya, dan sabuk pengaman menusuk kulit saya,” ungkapnya.

Ia juga berjuang untuk mengatur napas dan memiliki energi untuk terus berjalan. Akhirnya ia mendengarkan tentang diet keto, dan mulai mempelajarinya.

Mulai menjalankan diet keto

Julia pun mulai membeli bahan makanan yang baik untuk diet keto. “Saya memilih diet ketogenik karena diet ini memungkinkan saya memasukkan hal-hal yang sesuai dengan gaya hidup saya, seperti burger tanpa roti. Saya suka makan yang mengenyangkan, makanan yang lebih berlemak seperti salad. Diet memungkinkan mudah menemukan sesuatu untuk dimakan kemanapun saya pergi,” ujarnya.

Julia juga mulai melacak kalori dan makro yang dibutuhkan tubuhnya dengan menggunakan aplikasi. Mulai dari makanan hingga asupan air hingga berat badan. Inilah yang Julia makan dalam sehari sekarang:

Sarapan: Dua telur dan bacon atau sosis dengan kopi dan krim kental

Makan siang: Burger tanpa roti, ayam dan sayuran, sandwich yang dibungkus selada, atau sisa makan malam.

Makanan Ringan: Acar, Zaitun, Keju, Whisps Keju, atau Dua Yogurt yang Baik

Makan malam: tortilla enchilada rendah karbohidrat, keto zuppa toscana, dan saus alfredo buatan sendiri dengan ayam dan brokoli.

Makanan penutup: Es krim

Olahraga

Selain makanan, Julia juga rutin olahraga. Dan berhasil menurutkan 22 kilo. “Saya bergabung dengan Fitness dan mulai berjalan di atas treadmill selama sekitar 30 hingga 40 menit sehari. Mencoba latihan angkat beban. Saya mulai perlahan-lahan menggunakan beban bebas dan lari tergabung. Kedua jenis latihan ini benar-benar memberi saya kepercayaan diri yang saya miliki sekarang dalam hal berolahraga,” ujarnya.

“Saya juga mulai minum air. Bagi saya ini membantu saya tetap terhidrasi, merasa kenyang lebih lama, dan memiliki kulit yang lebih bersih. Melacak apa yang saya makan. Saya percaya melalui prosesnya. Saya tidak bisa menyerah begitu saja saat timbangan berhenti bergerak,” tambahnya.

Julia akhirnya menurunkan berat badan hingga 52 kilo dalam dua tahun, setelah mengubah gaya hidupnya lebih sehat.

“Penurunan berat badan saya telah mengubah hidup saya dengan lebih banyak cara daripada yang pernah saya bayangkan. Bagian yang paling menonjol bagi saya adalah kepercayaan diri. Dulu saya malu dan khawatir, selalu merasa dihakimi, dan itu membuat saya makan lebih banyak. Namun setelah makan sehat dan olahraga saya lebih percaya diri,” tutupnya.

#changemaker