Diet Tya Ariestya Sebut Sayuran Picu Gemuk, Ahli Gizi: Saya Gak Setuju

Rochimawati, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Buku diet yang dibuat oleh artis Tya Ariestya, memicu kontroversi. Tak sedikit pakar kesehatan yang kontra dengan isi buku yang dianggap ngawur tersebut. Fitness influencer Yulia Baltschun, bahkan meminta agar buku itu tak lagi dibaca oleh banyak orang.

Beberapa pernyataan Tya dalam buku itu yang ditentang, di antaranya soal sayuran yang malah dianggap sebagai pemicu kegemukan. Belum lagi, konsumsi garam seenaknya atau tanpa batas, juga diperbolehkan.

Lalu, apakah cara tersebut sehat dan dibenarkan untuk mendukung diet atau penurunan berat badan? Spesialis gizi klinik, Dr. dr. Inge Permadhi, MSc, MS, SpGK(K), turut mengomentari hal ini. Dimulai dari konsumsi garam berlebih.

"Pertama tentang garam, kan menahan air di dalam tubuh. Orang yang biasa makan garam, itu garamnya tertahan di dalam, sehingga garam lebih banyak mengikat air. Sehingga kelihatannya dia lebih gemuk. Karena banyak cairan yang tertahan di dalam sirkulasi darah dia, itu menimbulkan risiko, yaitu hipertensi," ujarnya kepada VIVA, Kamis 4 Maret 2021.

Kemudian, soal sayuran yang disebut dapat memicu kegemukan. Dokter Inge justru menyarankan untuk mengonsumsinya. Dia pun menyatakan ketidaksetujuannya jika diet yang diterapkan tanpa menyertakan konsumsi sayuran.

"Bener-bener saya gak setuju. Karena kita mengambil vitamin dan mineral itu dari sayuran dan sebagai sumber serat. Sumber serat itu tujuannya adalah untuk kesehatan saluran cerna. Saluran cerna bisa sehat kalau kita mengonsumsi banyak sayur dan buah," tutur dia.

Inge menambahkan, setiap kali kita makan justru harus ada sayur dan buah, yaitu 3 porsi sayur dan 3 porsi buah. Jika lapar di luar tiga jam makan tersebut, Inge menyarankan, untuk mengonsumsi buah sebagai snacking.

"Kita konsumsi dengan kulitnya. Berarti porsi buahnya bisa 5, porsi sayurnya bisa 3. Itu untuk mencapai kebutuhan yang dianjurkan, yaitu 25-30 gram per hari," kata dia.

Fungsinya menurut Inge, pertama untuk serat, kedua mengenyangkan dan yang ketiga dapat mengurangi asupan gula dan lemak yang masuk dalam sirkulasi darah.

"Jadi, fungsi daripada sayur dan buah itu banyak sekali dan luar biasa. Sekarang, kalau kita tidak mengonsumsi sayur, kita mengingkari kebesaran Allah. Karena menurut saya, sayur dan buah itu pemberian dari Allah yang luar biasa bagusnya yang harusnya dikonsumsi, termasuk mereka yang melakukan diet," kata dia.

Jika sama sekali tidak menyukai sayuran, Inge menyarankan untuk mengonsumsi buah-buahan.

"Walaupun sebenarnya seseorang itu harus mengonsumsi buah dan sayur. Tapi memang ada beberapa orang yang tidak suka mengonsumsi sayur, jadi saya mengatakan, oke sayur apa yang kamu suka itu dikonsumsi ditambah buahnya lebih banyak yang bisa dimakan dengan kulit-kulitnya," ujar dr. Inge Permadhi.