Dievakuasi Prajurit TNI, Mayat Kaku di Nangko Londo Ternyata Mas Naryo

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Mas Naryo alias Sunaryo adalah seorang petani di Desa Jambesari, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Namun, hari itu dia ditemukan tak bernyawa tergantung di dahan pohon nangko londo.

Berdasarkan siaran resmi Komando Distrik Militer 0825/Banyuwangi dilansir VIVA Militer, Kamis 1 April 2021, Sunaryo ditemukan warga tergantung dengan sarung di ketinggian meter dalam kondisi sudah kaku dan membiru.

Sebelum ditemukan tewas gantung diri pada pagi hari, pria 53 tahun itu sempat meninggalkan rumah dari malam hari. Sunaryo gantung diri di pohon nangko londo yang tumbuh di belakang rumahnya.

Awalnya tak ada yang berani menurunkan jenazah Sunaryo, akhirnya keluarga menghubungi prajurit TNI yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa), yaitu Sertu Jami'i.

Sertu Jami'i pun tiba bersama anggota polisi. Setelah dilakukan identifikasi dan polisi menyatakan Sunaryo murni gantung diri, Sertu Jami'i dan warga kemudian mengevakuasi jenazah Sunaryo.

"Dari kepolisian disebutkan memang murni gantung diri, tidak ditemukan tindakan kekerasan di tubuh korban," kata Sertu Jami'i.

Dari informasi yang diterima Sertu Jami'i, petani itu nekat gantung diri karena frustasi penyakit asam lambung yang sudah diderita selama bertahun-tahun tak kunjung sembuh. Ditambah lagi ketika itu penyakitnya kambuh.

"Masyarakat apabila mendapatkan suatu masalah agar tidak berpikir negatif dan untuk melakukan percobaan bunuh diri, karena bunuh diri sangat dilarang oleh agama di Indonesia. Suatu masalah bisa diselesaikan dengan bermusyawarah bersama keluarga, sehingga keluarga bisa memberi masukan atau jalan keluar suatu permasalahan dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT," kata Sertu Jami'i.

Setelah dievakuasi, jenazah Sunaryo akhirnya dikebumikan keluarga dan warga di pemakaman umum kampung setempat.

Baca: Konvoi Militer Ditempel Kapal Perang TNI Ternyata Kapal Induk Thailand