Difasilitasi Isoman, Selamat Lebih Pilih ke Rumah Orang Tua

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Desa Pardomuan, Kabupaten Toba memberikan fasilitas kepada Selamat Sianipar (45) selama menjalani isolasi mandiri (Isoman), dengan tempat sudah disepakati oleh perangkat desa dan keluarga Selamat.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Pardomuan, Timbang Sianipar kepada wartawan, Minggu 25 Juli 2021. Ia mengatakan pihaknya juga sudah menyiapkan kebutuhan pokok untuk dikonsumsi Selamat selama isoman sekitar 14 hari.

"Pangan kita berikan seperti beras satu karung, telur satu papan, ikan kaleng, garam, minyak goreng, dan sabun mandi. Sudah kami siapkan untuk saudara Selamat Sianipar," ucap Timbang.

Baca juga: Heboh Diperas Bank Syariah, Jusuf Hamka Jelaskan Kronologinya

Timbang mengungkapkan Selamat diduga tidak betah. Dia pun memilih meninggalkan lokasi Isoman dan pergi ke rumah orang tuanya. Kemudian, Timbang bersama warga langsung mendatangi Selamat di rumah orang tuanya.

"Kembali ke rumah orang tuanya lagi. Jadi saya langsung terjun ke rumah saudara Selamat Sianipar," kata Timbang.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Hadi Wahyudi menjelaskan bahwa warga tidak melakukan penganiayaan. Namun, warga mengamankan Selamat yang lari saat isoman. Da melawan dengan mengejar warga tersebut dan akan dipeluknya.

"Itu dilakukan warga sebagai tindakan mengamankan karena yang bersangkutan teriak-teriak bahwa tidak ada COVID-19. Selamat keluar rumah sambil meludahi orang yang berpapasan dengan dia dan memeluk orang. Setelah diamankan, yang bersangkutan juga langsung dibawa ke Rumah Sakit di Silaen. Namun, sudah 2 kali lari dari rumah sakit," sebut Hadi.

Sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi di Dusun Bulu Silape, Desa Sianipar II, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, pada Kamis 22 Juli 2021. Aksi warga mengamankan Selamat menjadi viral di media sosial.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel