Digadang-gadang Sebagai Calon Pengganti Panglima TNI, Ini Kata KSAL

·Bacaan 1 menit

VIVA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam waktu dekat ini akan memasuki masa purna tugas. Hingga saat ini calon pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto masih jadi tanda tanya besar.

Salah satu nama yang digadang-gadang bakal menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI adalah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.

Ketika dikonfirmasi terkait dengan posisi calon Panglima TNI, orang nomor satu di Matra Angkatan Laut itu menegaskan, bahwa saat ini dirinya sama sekali tidak terpikirkan dengan jabatan Panglima TNI.

Menurut Kasal, pergantian posisi Panglima TNI merupakan hak prerogatif Presiden RI Joko Widodo. "Kita fokus ke (penanganan) COVID saja. Karena itu hak prerogatif presiden. Biar beliau yang menentukan," kata Kasal Laksamana TNI Yudo Margono di Pondok Dayung, Jakarta Utara, Selasa, 3 Agustus 2021.

Dia menambahkan, saat ini dirinya bersama seluruh jajaran TNI Angkatan Laut tengah fokus pada penanganan COVID-19 mensukseskan program vaksinasi nasional bersama seluruh instansi terkait lainnya.

"Kita saat ini fokus bekerja saja, Karena sekarang situasinya lagi pandemi, ayok kita selesaikan pandemi dulu. Kita berjuang bersama-sama, bahu membahu menyelesaikan vaksinasi untuk masyarakat kita agar sehat semuanya," ujarnya.

"Kita bekerja, bekerja dan bekerja menangani COVID agar bangsa kita bisa melewati ini semua," tambahnya.

Untuk diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki masa purna tugas atau pensiun sekitar bulan November 2021 mendatang. Sejauh ini, ada dua nama yang santer dikabarkan memiliki potensi kuat bakal menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai pemegang tongkat komando tertinggi di tubuh TNI. Kedua orang itu adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel