Digital Learning adalah pembelajaran dunia nyata, sehingga kombinasi belajar daring dan luring di kampus merupakan metode terbaik

·Bacaan 5 menit
  <span class="attribution"><a class="link rapid-noclick-resp" href="https://www.shutterstock.com/image-photo/video-call-group-business-people-meeting-1752871988" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:Shutterstock">Shutterstock</a></span>

Pembatasan sosial dan lockdown telah mengubah jalannya perkuliahan di berbagai universitas selama satu setengah tahun terakhir.

Di Australia, tekanan yang dialami para pelajar ditunjukkan oleh penurunan kepuasan pelajar secara drastis dalam Survei Pengalaman Mahasiswa tahunan. Pemerintah setempat menggarisbawahi hal ini dalam ajakan agar pelajar kembali mengadakan studi di dalam kampus.

Tapi dunia ‘semakin digital’. Pola-pola lama di ruang kuliah tidak akan membantu lulusan untuk berkembang dalam karir mereka. Kita membutuhkan universitas yang mendukung kesuksesan pelajar dengan mempersiapkan mereka untuk masa depan digital.

Lire la suite: Mengapa ilmu sosial makin relevan di dunia digital

Banyak penelitian melaporkan bahwa pekerjaan akan menjadi lebih bercampur: lebih sedikit waktu bekerja dari kantor dan lebih banyak waktu bekerja dari rumah. Pandemi COVID-19 mempercepat tren ini.

Beragam industri menemukan mereka bisa pindah ke online dengan efektif, dan menjadikan ruang daring sebagai tempat kerja yang otentik. Layanan daring ‘Telehealth’ telah menjadi pilihan biasa untuk berkonsultasi dengan dokter, sedangkan mesin pencari online menjadi tempat pertama yang dipilih masyarakat untuk menemukan layanan atau produk.

Para profesional perlu menggunakan keterampilan mereka untuk beradaptasi dengan berbagai ruang - fisik atau virtual - dan memiliki kepercayaan diri untuk menggunakan ruang baru.

Dokter berkonsultasi dengan pasien dalam Telehealth
Para profesional di dunia nyata, termasuk dokter, kini harus siap untuk bekerja di lingkungan online dan fisik. Shutterstock

Bagaimana dampaknya pada pembelajaran?

Pembelajaran dilakukan dengan menciptakan interaksi - dengan guru, teman sebaya, dan berbagai informasi. Berbagai temuan penelitian selama puluhan tahun telah menunjukkan peserta didik dapat belajar dengan baik bila sistem pembelajaran aktif, menarik, relevan dan dirancang dengan baik. Dengan prinsip tersebut, pembelajaran yang baik dapat diupayakan di mana pun pelajar berada: di kampus, online, atau di tempat kerja.

Pertanyaan sesungguhnya adalah bagaimana menyeimbangkan sistem online terbaik dengan yang sistem pembelajaran dari kampus dan tempat kerja.

Universitas sudah mengejar upaya ini. Studi di universitas telah bercampur antara daring dan luring selama lebih dari dua dekade seiring sumber studi, kegiatan, dan penilaian dipindahkan ke situs web dalam lingkungan pembelajaran virtual.

Pada awalnya, tujuannya adalah untuk mengatur pembelajaran yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Saat ini, lingkungan belajar digital telah jauh lebih canggih. Pembelajaran digital sekarang menawarkan fasilitas untuk pembelajaran kelompok, proyek, dan pengembangan kreativitas.

Lire la suite: Merombak online learning yang "kikuk" butuh kolaborasi antara guru, siswa, dan ahli teknologi

‘Pembelajaran jarak jauh darurrat’ bukanlah metode ideal

Pembelajaran online selama pandemi seringkali adalah hasil kompromi. Desain pembelajaran yang baik membutuhkan waktu karena guru harus menciptakan kurikulum, sumber daya, dan penilaian yang sesuai dengan peserta didik dan disiplin mereka.

Pada Maret 2020, seperti kebanyakan universitas di Australia, akademisi di institusi saya, Universitas Deakin, meluangkan satu minggu untuk merancang kembali perkuliahan kami untuk memungkinkan 41.000 siswa di kampus agar terus belajar.

Tentu saja, banyak kegiatan yang telah kami rencanakan sebelumnya jadi tidak mungkin diadakan dan kelas pengganti online dengan cepat dikembangkan selama beberapa minggu berikutnya untuk menggantikan kelas-kelas luring tersebut.

Pergeseran global ini dijuluki “emergency remote teaching” (pembelajaran jarak jauh darurat) oleh profesor asal Amerika Charles Hodges dan rekannya. Mereka memperingatkan agar kita tidak memberikan buru-buru menilai pembelajaran online dengan pengalaman yang disebabkan oleh pandemi ini.

Pembelajaran online yang baik menciptakan rasa guyub. Metode ini melibatkan siswa dengan banyak sumber daya serta kegiatan yang beragam. Ini membantu peserta didik untuk menemukan teman belajar dan tempat-tempat yang cocok untuk pembelajaran mandiri mereka.

Namun dalam pembelajaran online, keterlibatan antarindividu akan berbeda. Alih-alih bertemu di kafe, siswa cukup mengirim chat dan mengobrol secara online untuk berbagi ide dan memecahkan masalah. Pembelajaran sosial dapat terjadi di kampus atau secara online.

Lire la suite: Riset dampak COVID-19: potret gap akses online 'Belajar dari Rumah' dari 4 provinsi

Ada kegiatan yang cocok di online, ada yang perlu tatap muka

Beberapa kegiatan perlu tetap berlangsung online. Informasi saat ini berbentuk digital. Meski kita menikmati ruang fisiknya, perpustakaan universitas pada masa kini pada dasarnya hadir secara digital dengan menyediakan sebagian besar buku, jurnal, dan gambar secara online. Berbagai set data juga sebagian besar berbentuk dan dianalisis dengan alat digital – mulai dari tabel sederhana hingga aplikasi canggih.

Pembelajaran digital sangatlah luas untuk dieksplorasi. Dunia ada di ujung jari kita, dan komputer tidak akan pernah lelah mempraktikkan keterampilan dasar bersama kita.

Kegiatan lain harus berada di ruang fisik. Menggunakan peralatan khusus atau mengalami tempat kerja memberikan rasa bahwa kita sedang berada di suatu tempat sebagai ‘seseorang’.

Berada di lapangan mengembangkan keterampilan pengamatan dan memberikan lebih banyak masukan sensorik. Berkolaborasi dengan teman sebaya di ruangan yang sama mengembangkan keterampilan interaksi menggunakan isyarat sosial akan berbeda dari apa yang kita rasakan secara online.

Pembelajaran online dapat membantu kegiatan luring dalam hal persiapan dan tindak lanjut terfokus.

Belajar dari percobaan terbaik terbaru

Pembelajaran jarak jauh darurat telah mendorong para pengajar untuk mempertimbangkan cara alternatif untuk belajar. Mereka telah menguji coba dan menyempurnakan aktivitas online terbaru. Banyak pengajar melaporkan bahwa mereka akan terus menggunakan beberapa di antaranya.

Profesor Eric Mazur di Harvard terkenal dengan penggunaan metode instruksi sebaya untuk membuat kelas aktif dan interaktif. Dia melaporkan bahwa model online yang ia kembangkan selama 2020 itu telah meningkatkan pembelajaran dan dukungan dengan begitu meyakinkan sehingga format tersebut akan terus ia lanjutkan. Mematahkan berbagai asumsi mengenai metode apa yang paling berhasil telah membuka pintu untuk pemahaman yang lebih baik tentang pengajaran online.

Pelajar dari semua sektor pendidikan telah berjuang dengan pengajaran jarak jauh dan latar belakang kehidupan yang terganggu akibat pandemi. Kesulitan ini muncul akibat tuntutan pembelajaran online, motivasi yang menurun, rasa kesepian, dan penurunan kesehatan mental.

mahasiswa muda dari suatu universitas menatap layar laptop
Universitas harus bekerja untuk melawan dampak negatif dari ‘emergency remote teaching’ pada siswa dengan menyempurnakan sistem pembelajaran online mereka. Shutterstock

Lire la suite: Kebijakan #MerdekaBelajar terancam seiring siswa hilang fokus di tengah pandemi: bagaimana mengembalikan kemandirian belajar mereka?

Namun universitas terus menyempurnakan program mereka. Ketika siswa mengikuti pembelajaran online yang dirancang dengan baik, mereka membangun keakraban dan kepercayaan diri pada sistem ini.

Kami bertanya pada mahasiswa di Universitas Deakin tentang pengalaman belajar mereka selama pandemi dengan survei reguler. Respon mereka menunjukkan kepercayaan diri dalam studi online selama 18 bulan terakhir meningkat pesat seiring mereka membangun keterampilan dan keterbiasaan.

Seiring kita menggunakan model yang lebih berkelanjutan untuk pembelajar modern, universitas-universitas mempertimbangkan ulang sistem kegiatan belajar mengajar. Duduk dan mendengarkan para pengajar di podium akan diganti dengan pembelajaran aktif menggunakan informasi dan skenario dari dunia nyata.

Kita perlu berinvestasi dalam desain pembelajaran intensional yang menggabungkan sistem online dan pembelajaran langsung di kampus. Pembelajaran ini akan menunjukkan pada para pelajar bahwa mereka bisa belajar, berkembang, dan membangun keterampilan yang mereka butuhkan.

Rachel Noorajavi menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel