Digital Transformation Terhadap Bisnis di Era Covid-19

·Bacaan 3 menit

VIVA – Pandemi Covid-19 yang hingga kini belum menemui ujung dan penyelesaian secara maksimal, tentu memberi dampak yang sangat berpengaruh di lingkungan masyarakat. Khususnya dalam aspek perekonomian. Banyak perusahaan mengalami kemunduran, banyak umkm yang merasakan pahitnya gulung tikar, dan orang-orang yang semakin sulit untuk mendapatkan sumber pencarian untuk bertahan hidup.

Kita dapat melihat dengan penjualan suatu perusahaan yang semakin sepi pembeli karena mereka harus menutup usaha mereka. Padahal jika dilihat secara digital, traffic untuk arus penjualan dan pemasaran sangat lah luas dan bahkan sangat beragam. Di era Industri 4.0 seperti sekarang, media dan teknologi informasi sangat mudah di akses dan kita dapat menggunakannya sebagai penopang atau bahkan senjata utama kita dalam meningkatkan bisnis kita.

Digital transformation atau transformasi digital adalah strategi yang memusatkan kegiatan dan layanan bisnis berbasis teknologi. Penerapan teknologi digital ini, dapat kita gunakan untuk meng-improve bisnis kita, mempertahankan maupun memperluasnya dengan cepat, mudah, dan praktis. Karena cakupan yang bisa kita jangkau sangat luas dan bisa di jangkau pula oleh orang yang merupakan target pasar kita. Dengan bertransformasi secara digital maka kita akan menerapkan yang namanya digital marketing, yaitu memasarkan produk atau jasa kita dengan menggunakan media/platform digital.

Di era Industri 4.0, teknologi dan informasi khususnya platform/media digital dapat dipelajari oleh para pebisnis cara kerjanya dan digunakan untuk mendongkrang peluang bisnis mereka. Sehingga para pebisnis yang ditikam oleh dampak buruk Covid-19 dapat membelokkan sayap bisnis mereka ke ranah digital. Baik secara penjualan maupun pemasarannya yang kini dinamakan dengan digital marketing.

Justru mereka dapat melakukan cut cost untuk menyewa tempat dan dapat dialihkan untuk keperluan lain bagi bisnis mereka, karena mereka menekan bisnis mereka di platfrorm digital. Di masa kini, kita tidak perlu untuk mengunjungi suatu tempat untuk membeli sesuatu yang kita inginkan, online shopping merupakan hal yang sangat wajar dan meluas di masa sekarang.

Sebagai contoh kita dapat melihat platform seperti Shopee atau Tokopedia dan lainnya. Banyak pebisnis/umkm yang memasarkan produk mereka di platform tersebut dan meraih keuntungan dari sana. Kita sering menjumpai toko seperti Guardian atau The Body Shop di mall, namun sekarang hanya dengan mengetik toko mereka di Shopee, kita dapat berbelanja tanpa harus mengunjugi toko mereka secara langsung dan bahkan penjualan mereka terbilang sangat optimal di platform tersebut.

Di situasi pandemi seperti sekarang pun bahkan menjadi ladang keuntungan bagi perusahaan online conference appseperti Zoom Video Communication, Inc. mereka mendominasi pasar dengan menyediakan platform komunikasi berbasis video yang bisa dilakukan untuk aktivitas komunikasi bisnis, maupun untuk pembelajaran bagi Pendidikan. Karena banyak perusahaan atau instansi yang menggunakan Zoom Meeting untuk berjalannya aktivitas mereka di era pandemi ini. Bahkan dengan adanya kemudahan tersebut, perusahaan consulting pun diuntungkan dengan bertansformasi ke digital. Mereka dapat menyediakan waktu untuk pelanggan mereka dengan lebih mudah untuk diakses karena mereka berkonsultasi secara virtual yang membuatnya lebih praktis dan efisien.

Media sosial seperti Instagram pun marak dijadikan sebagai ladang usaha di era sekarang. Banyak umkm atau start-uplainnya yang bertansformasi dan menggunakan platform tersebut untuk memasarkan produk mereka, memperkenalkan dan memperluas branding perusahaan mereka kepada masyarakat.

Ketajaman bisnis semakin luas untuk dijangkau dan diimplementasikan dengan menerapkan transformasi digital. Bahkan sesuatu yang dinamakan “database” dapat kita bilang sebagai sumber mata uang atau penghasilan bagi pebisnis di masa sekarang. Peranan internet bukan lagi hanya tentang kepentingan pribadi seseorang, namun bisa menjadi peluang bisnis yang berkembang besar.

Dilihat dari berkembangnya teknologi dan informasi serta kemudahan untuk mengaksesnya pada saat ini, para pebisnis khususnya di Indonesia harus mulai menyadari dan sebisa mungkin untuk tidak menjadi golongan orang yang terbelakang akan hal tersebut. Peluang besar untuk membuat, mempertahankan, maupun memperluas pasar bisnis di era pandemi ini bukanlah hal yang tidak mungkin. Asalkan kita tetap bisa menentukan segmentasi pasar serta business acumen yang tepat dalam menerapkannya terhadap bisnis yang kita jalani, dan dengan bisnis bertransformasi secara digital adalah peluang yang dapat diterapkan oleh para pebisnis di era ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel