Digitalisasi keuangan,aplikasi CrediBook jangkau 500.000 pengguna UMKM

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Salah satu perusahaan rintisan (start up) dengan aplikasi bernama Credibook mampu menarik lebih dari 500.000 pengguna pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar dapat mengelola keuangan usaha secara digital.

CEO CrediBook Gabriel Frans mengatakan dengan pertumbuhan bisnis yang semakin ekspansif, CrediBook dinobatkan sebagai juara pertama Pahlawan Digital UMKM 2020 dari Kementerian Koperasi dan UKM, yang kemudian akan menjadi mitra strategis pemerintah untuk digitalisasi UMKM Indonesia.

"Dengan misi menjadikan UMKM Indonesia melek digital, sejak awal tahun 2020 kami merintis aplikasi CrediBook agar dapat menjadi solusi cerdas dalam mendorong perekonomian nasional," kata Gabriel di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Pelaku UMKM ungkap kenaikan omzet setelah masuk pasar online

Gabriel menjelaskan Credibook mampu menghubungkan para pelanggan, pelaku UMKM, pemasok, dan wholesaler, melalui satu aplikasi pencatatan keuangan.

Selain itu, CrediBook baru saja menerima pendanaan pra-seri A dari Wavemaker Partners, Alpha JWC Ventures, dan Insignia Ventures Partners. Pendanaan tersebut tentunya merupakan langkah besar dalam mengembangkan aplikasi CrediBook.

Selain memiliki fungsi utama sebagai pencatatan keuangan usaha, CrediBook turut dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti pengiriman pesan tagihan, pembayaran tagihan atau transaksi keuangan di dalam aplikasi, hingga pengajuan pinjaman modal usaha.

Baca juga: BI Bali dorong UMKM mantapkan digitalisasi lewat Gerakan Nasional BBI

Solusi menyeluruh dalam mengelola berbagai transaksi keuangan tersebut diharapkan dapat mendorong produktivitas UMKM yang memiliki potensi sangat besar.

Data Badan Pusat Statistik 2020 menunjukkan bahwa UMKM memiliki kontribusi sebesar 60,3 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Selain itu, UMKM menyerap 97 persen dari total tenaga kerja dan 99 persen dari total lapangan kerja.

Potensi tersebut tentu perlu dikelola dengan baik terutama melihat tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan digitalisasi UMKM, di mana dari 64,2 juta unit UMKM, hanya 13 persennya yang memanfaatkan teknologi digital dalam mengelola usahanya.

Baca juga: Pemerintah gandeng asosiasi fintech genjot ekonomi digital nasional

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Fiki Satari mengakui bahwa inovasi digital yang dihadirkan CrediBook dapat berkontribusi terhadap percepatan digitalisasi UMKM secara sistemik.

Menurut dia, para pelaku UMKM dari sektor mana pun dapat dengan mudah mengelola keuangannya lewat satu aplikasi, bahkan dapat membentuk sebuah ekosistem usaha berbasis digital.

"Tentu ini bersinergi dengan usaha pemerintah dalam menggenjot kembali sektor UMKM yang melemah akibat pandemi. Sudah menjadi salah satu fokus KemenkopUKM untuk dapat membawa sektor UMKM melek digital alias transformasi digital secara menyeluruh," kata Fiki.

Di tengah situasi sulit seperti sekarang, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting dalam menghadirkan solusi-solusi cerdas demi kemajuan UMKM nasional yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

Pengakuan dari Kementerian Koperasi dan UKM terhadap CrediBook merupakan titik awal kolaborasi demi meningkatkan edukasi keuangan dan teknologi di kalangan masyarakat Indonesia khususnya pelaku UMKM.

CrediBook akan turut mendukung langkah strategis Kementerian Koperasi dan UKM mulai dari intervensi dalam peningkatan kualitas SDM hingga perbaikan proses bisnis.