Digitalisasi Kuliner, Harapan Bangkit Bersama UMKM di Kota Yogyakarta

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Menjelang tengah hari, satu persatu pelanggan Endang (46) mulai berdatangan. Ada yang memesan seporsi nasi sayur dengan segelas es teh. Ada yang langsung mengambil sebungkus nasi sambal teri yang sudah disusun rapi oleh Endang sejak pagi tadi. Endang bahkan hafal menu-menu yang akan dipesan pelanggannya.

Di pojok jalan Cendana, Semaki, Kota Yogyakarta, angkringan sederhana ini memang menjadi tujuan makan siang sejumlah orang. Sekilas, warung mungil bernama Angkringan Pojok Cendana ini sama seperti angkringan lainnya.

Perbedaan mulai terlihat ketika ponsel Endang berbunyi. Selang 2 menit kemudian, driver ojek online datang, bukan untuk makan siang, melainkan untuk menunggu pesanan customernya. Sejak November 2020, Endang memang mendaftarkan angkringannya untuk bisa dipesan secara daring melalui aplikasi Gojek.

"Buat yang mager atau pas hujan, buka saja aplikasi Gojek, terus cari nama Angkringan Pojok Cendana, menu-menu di sini ada di sana semua." kata Endang antusias.

Digitalisasi angkringan

Digitalisasi angkringan
Digitalisasi angkringan

Angkringan milik Endang buka 24 jam setiap hari. Melalui GoFood, Endang mengaku mendapat pemasukan tambahan dari angkringannya. Bahkan selama hampir setahun, Endang berhasil meraup 25 juta dari penjualan melalui platform digital.

Memanfaatkan platform digital menjadi hal baru bagi Endang. Ia optimis digitalisasi ini bisa memajukan usahanya. Menurut Endang, digitalisasi menjadi angin segar baginya dan keluarga untuk bangkit bersama.

"Mendaftar di GoFood untuk mendapatkan pemasukan tambahan dan bisa jadi tabungan juga" tambah Endang.

Jika dilihat di aplikasi GoFood, di Kota Yogyakarta memang sudah ada ratusan angkringan dan usaha kuliner kecil yang mulai memasarkan dagangannya. Angkringan Pojok Cendana, dalam setahun ini, sudah mendapatkan bintang 4.3 dengan lebih dari 100 rating.

Pilihan bangkit bersama

Ilustrasi Penggunaan Ponsel Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Penggunaan Ponsel Credit: pexels.com/pixabay

Hal serupa juga baru dimulai oleh Shokeh (51). Shokeh yang merupakan pemilik usaha Siomay Pak Untung ini mencoba peruntungannya dalam dunia pemasaran digital sejak April 2021. Saban malam, gerobak siomanya yang berada di Jalan Gajah, No.202, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta ini tak pernah sepi pelanggan.

Pelanggan pun rela mengantre untuk bisa menikmati seporsi Siomay buatan Shokeh. Mayoritas pelanggannya adalah masyarakat sekitar dan para mahasiswa yang tinggal di kawasan Warungboto, Kota Yogyakarta.

Namun, sejak pandemi, Shokeh mengakui mengalami penurunan pelanggan. Menurut sang istri Supriyatun (51), skala penurunan penjualannya bisa mencapai 3 dari 10.

"Ibaratnya dulu bisa terjual 10, pas pandemi cuma terjual 3" ujar Supriyatun.

Maka dari itu, Shokeh dan Supriyatun mencoba untuk mendaftarkan usahanya sebagai mitra GoFood. Dibantu sang anak Fani (19), mulai April 2021, Siomay Pak Untung sudah bisa dipesan melalui aplikasi Gojek. Di GoFood, Siomay Pak Untung dibanderol Rp 12 ribu per porsinya. Harganya tak jauh beda dengan harga di warung, ini juga sudah termasuk ongkos kirim.

Menurut Supriyatun, sebenarnya tujuan dirinya mendaftarkan warung siomanya bukan karena pandemi. Ia melihat pemanfaatan platform digital begitu menjanjikan untuk mengembangkan usahanya. Dengan digitalisasi ini, Supriyatun dan Shokeh berharap usahanya lebih dikenal banyak orang.

"Sebenarnya, saya mendaftar GoFood bukan cuma karena pandemi. Tujuan utamanya, saya juga mau usaha saya dikenal banyak orang supaya lebih laris." jelas Supriyatun.

Meski kini, pemesanan di GoFood belum signifikan, Shokeh menaruh harapan dari upaya mendigitalisasi warung siomaynya. Bagi Shokeh, GoFood menjadi cara untuk bangkit bersama menghadapi pandemi.

Pelayanan GoFood untuk mitra kuliner

Tampilan Aplikasi Gobiz. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Tampilan Aplikasi Gobiz. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Gojek tak hanya mengedepankan pelayanan prima untuk pelanggannya. Gojek juga turut memperhatikan kebutuhan para mitranya, termasuk mitra GoFood. Untuk mitra GoFood sendiri, Gojek membekalinya dengan aplikasi GoBiz.

GoBiz adalah aplikasi khusus untuk mitra usaha untuk memenuhi kebutuhannya. Melalui GoBiz, mitra akan dimudahkan untuk pencatatan pesanan, menyediakan pilihan metode pembayaran, memberikan berbagai macam promo hingga mendatangkan pelanggan.

GoBiz juga mendukung mitra UMKM dengan fitur inovatifnya, BizTips. Dari BizTips ini, para mitra UMKM bisa mengetahui tips sukses mengelola bisnis secara mandiri.

Tak hanya pemanfaatan GoBiz, selama pandemi Gojek juga membekali mitra dengan proteksi ekstra dengan membagikan Hygenie Kit kepada mitra usaha. Gojek juga bekerjasama dengan BPOM untuk terus konsisten mengajak para mitra untuk menerapkan protokol kesehatan.

"kita sudah merumuskan langkah proteksi ekstra ini yang sudah dilakukan dari hulu ke hilir, dari sejak driver mengantre sampai makanan diberikan ke driver" ujar Rosel Lavina selaku VP CA Food & Groceries Gojek, dalam Webinar - Kreasi Pewarta Anak Bangsa Nasional dan Jabodetabek Selasa(12/10/2021).

Digitalisasi untuk UMKM kuliner

Suasana lapak pedagang kaki lima (PKL)di Jalan Sabang atau H Agus Salim, Jakarta, Jumat (27/8/2021). Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan satu juta PKL untuk mendapatkan bantuan senilai Rp1 juta dalam bentuk tunai. (Liputan6com/Faizal Fanani)
Suasana lapak pedagang kaki lima (PKL)di Jalan Sabang atau H Agus Salim, Jakarta, Jumat (27/8/2021). Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan satu juta PKL untuk mendapatkan bantuan senilai Rp1 juta dalam bentuk tunai. (Liputan6com/Faizal Fanani)

Endang dan Shokeh merupakan dua contoh insan UMKM kuliner yang menempatkan harapannya pada layanan platform digital. Usaha kecil seperti angkringan, warung siomay, warmindo, serta bentuk UMKM kuliner lainnya juga punya kesempatan untuk meluaskan usahanya melalui platform digital. Terlebih di masa pandemi, pemanfaatan platform digital bisa sangat membantu UMKM.

GoFood sebagai layanan pesan-antar makanan andalan, berkomitmen untuk terus meberikan pengalaman kuliner terbaik bagi pelanggan. Tak cuma untuk pelanggan, GoFood juga memperhatikan para mitranya.

"Kami di Gojek selalu mencari cara bagaimana caranya untuk bisa terus melayani masyarakat dan secara bersamaan membantu teman-teman khususnya UMKM kuliner untuk bangkit" jelas Rosel.

Di GoFood, angkringan milik Endang, dan Siomay miliki Shokeh masuk dalam kategori "Pesan dari UMKM". Dari kategori ini, pelanggan diajak untuk mengeksplorasi menu resto dari merchat UMKM. Selain menjelajah kuliner lokal, pelanggan juga turut membantu mendukung kelangsungan UMKM tersebut.

GoFood saat ini tumbuh tak hanya sekadar layanan pengantaran makanan. Gojek ingin memastikan bahwa pengalaman kuliner terbaik, bisa diperoleh oleh para pelanggan GoFood. Gojek juga turut membantu agenda Kementerian Koperasi dan UMKM. Sampai saat ini dari 65 juta UMKM yang ada di Indonesia, baru 21 persen menangkap kesempatan di platform digital.

"Karena itu, kami terus konsisten untuk mengajak UMKM kuliner agar bisa go digital, supaya merambah ke konsumen yang lebih luas lagi." tambah Rosel.

GoFood turut serta menjaga ketahanan perekonomian

Suasana Pedagang Kaki Lima di kebayoran lama, Jakarta, Selasa (21/9/2021). Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dampak PPKM pemerintah mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk Pedagang Kaki Lima (PKL). (Liputan6.com/Johan Tallo)
Suasana Pedagang Kaki Lima di kebayoran lama, Jakarta, Selasa (21/9/2021). Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dampak PPKM pemerintah mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk Pedagang Kaki Lima (PKL). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Di kota Yogyakarta sendiri, platform digital yang dimiliki oleh Gojek mampu mendukung para UMKM bangkit dari pandemi. Hal ini dibuktikan dari Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada 2020.

Riset menunjukkan bahwa 94 persen mitra GoFood di Yogyakarta merasa bergabung menjadi GoFood membantu mereka untuk beradaptasi dalam menjalankan usaha. 88 persen dari mitra yang membuka GoFood di Yogyakarta bertujuan untuk bertahan selama pandemi.

Selain itu, 95 persen mitra GoFood di Yogyakarta juga berencana untuk melanjutkan mitra jangka panjang dengan Gojek. 89 persen dari mitra GoFood juga optimis usaha mereka akan tumbuh bersama GoFood. 87 persen lainnya juga yakin cara ini dapat mencukupi kebutuhan diri dan keluarga.

Semua ini bisa dilihat langsung dari contoh usaha Endang dan Shokeh yang memanfaatkan platform GoFood. Hasil riset yang dilakukan LD UI ini menunjukkan bahwa mayoritas mintra GoFood di Yogyakarta menyambut baik dan menaruh harapan besar pada penggunaan pemasaran digital dari Gojek.

"Komitmen kami dari awal tetap sama, kita ingin semua pihak yang ada di ekosistem kami, baik itu mitra merchat maupun driver untuk bisa terus sejahtera bersama dengan Gojek." tutup Rosel.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel