Digitalisasi Kunci Bertahan di Pandemi, Jokowi Umbar Potensi Pasarnya

Agus Rahmat, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo menegaskan, transformasi digital adalah kunci bertahan selama masa pandemi COVID-19 saat ini. Menurutnya, aktivitas di dunia daring sangat efektif ketika semua masyarakat memiliki keterbatasan untuk bergerak dan berinteraksi akibat pandemi.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan pada acara Microsoft #DevCon21 secara virtual, Kamis 25 Februari 2021.

"Transformasi digital menjadi kunci untuk bertahan di masa pandemi, membantu kita bekerja lebih cepat dan efisien. Tetap produktif di tengah keterbatasan interaksi," kata Jokowi.

Baca juga: Soal Mister Loo, Luhut Ajak Pengusaha Lokal Tak Gengsi Garap Proyek WC

Mantan Gubernur DKI ini mengatakan, momentum ini harus ditangkap dan diimplementasikan secara menyeluruh. Transformasi digital, juga akan berimbas pada sistem pelayanan di pemerintahan. Melahirkan digital ekonomi, ruang sosial dan infrastruktur.

"Percepatan tersebut tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tidak bisa. Dibutuhkan partisipasi aktif dari seluruh komunitas digital Indonesia baik melalui investasi pembangunan pusat data, mempercepat program literasi digital dan yang tidak kalah pentingnya adalah pengembangan talent digital secara massif," jelas Kepala Negara.

Jokowi juga menyampaikan, bahwa potensi pasar digital di Indonesia sangat besar. Hal itu pun sudah bisa dibuktikan melalui jumlah populasi masyarakatnya. Potensi itu juga bisa dilihat dari penetrasi internet yang terus berkembang setiap tahunnya.

Ia berharap, perusahaan kakap baik di dalam negeri maupun global menjalankan operasional mereka dan menanamkan modalnya di Tanah Air.

"Sehingga akan membuka lapangan-lapangan kerja baru yang sebanyak-banyaknya. Terutama untuk penduduk usia produktif yang kita miliki dalam jumlah yang sangat besar," katanya.