Digitalisasi Pendidikan, SD dan SMP di Semarang Manfaatkan Platform Digital Pijar

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 370 sekolah dasar dan menengah negeri di kota Semarang meneken nota kerja sama dengan layanan edukasi digital PT Telkom, Pijar Sekolah.id, di Balaikota Semarang, akhir pekan lalu.

Dr (Can) Sri Safitri, Head of Education Ecosystem Telkom, menjelaskan, dengan kerja sama tersebut, sekolah mendapat banyak manfaat sekaligus dari layanan internet kecepatan tinggi, platform edukasi Pijar Sekolah, perpustakaan online, berbagai konten belajar digital serta peningkatan kompetensi digital para guru.

"Ini memudahkan dinas pendidikan dan juga sekolah mengelola data secara digital dan terintegrasi, juga memudahkan sekolah dalam urusan PTS, PAS, bank soal, sampai e-Raport Digital," kata Sri Safitri dalam keterangannya, kemarin.

Menurut Sri, melalui modul Sistem Informasi Manajemen (SIM) di dalamnya, sekolah akan lebih mudah mengatur dan mengelola data sekolah, guru, murid, hingga orang tua.

Semua data hasil dari kegiatan belajar mengajar akan tersimpan secara digital yang memudahkan guru melakukan review hasil pembelajaran dan dapat dipantau langsung oleh orangt tua murid. Bahkan, perkembangan sekolah dapat diawasi oleh Dinas Pendidikan, jelasnya.

Nota kerja sama ini dilakukan GM Witel Semarang Joko Wiyono dengan Drs Kartika Hedi Aji, M.Si selaku Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang. Hadir di acara ini Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin mewakili walikota Semarang, para kepala sekolah SD dan SMP di kota Semarang, GM LEF Telkom Jakarta Ridwan Misbach, Tribe Leader Education Djufri Ardian, OSM Egbis Treg4 Wijayanto, Team Egbis Treg4, dan Witel Semarang.

Joko Wiyono mengatakan, kerja sama ini mencerminkan harapan besar terhadap program digitalisasi di dunia pendidikan melalui aplikasi Pijar Sekolah.id guna menciptakan smart city di Kota Semarang.

"Terlebih Pijar Sekolah ini diimplementasikan secara serentak untuk sekolah-sekolah se-Kota Semarang level SD dan SLTP, baik negeri maupun swasta," ujarnya.

Sri Safitri juga menyampaikan apresiasi untuk Semarang sebagai kota pertama yang secara massal merilis aplikasi program digitalisasi di dunia pendidikan. Harapanya, dapat diikuti kota-kota lainnya di Indonesia yang ingin bertransformasi menjadi smart city.

"Kegiatan ini berkorelasi dengan amanat Presiden Joko Widodo, yang mana Indonesia membutuhkan tambahan 9 juta talenta digital pada 2030," katanya.

Sekda Pemkot Semarang Iswar Aminuddin menambahkan, pemerintah juga bisa mengatasi problematika pendidikan selama 2 tahun sejak awal pandemi. Pemerintah menerima calon PNS sekitar 2.000 orang yang berkompeten dan berkualitas semua.

"Tanpa tatap muka pun, kita bisa menciptakan sumber daya manusia yang top. Itu tidak lepas dari seluruh elemen ekosistem pendidikan yang ada. Pada hari ini, kita bersama kembali ingin membuktikan kekuatan kolaborasi dahsyat. Walikota Semarang pada 2014 mengatakan kota ini dibangun karena kita mampu bergerak bersama. Sejak 2014 kita bekerja sama dengan Telkom untuk membangun smart city," pungkas dia. [sya]