Digugat PKPU, Begini Kinerja Keuangan Sri Rejeki Isman pada 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) dan tiga anak usahanya menghadapi gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) di Pengadilan Negeri Semarang.

Mengutip laman Sistem Informasi Penelusuran Perkasa Pengadilan Negeri Semarang, ditulis Jumat (23/4/2021), gugatan terhadap PT Sri Rejeki Isman Tbk dan tiga anak usahanya itu dilayangkan oleh CV Prima Karya. Gugatan PKPU itu didaftarkan pada Senin, 19 April 2021 dengan nomor perkara 12/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga Smg.

CV Prima Karya sebagai pemohon telah menunjuk kuasa hukum Sahat M.Tamba dan Eva Ratnasari. Mengutip petitum antara lain permohonan penundaan PKPU yang diajukan oleh pemohon PKPU terhadap PT Sri Rejeki Isman Tbk sebagai termohon PKPU I, PT Sinar Pantja Djaja sebagai termohon PKPU II, PT Bitratex Industries sebagai termohon PKPU III, dan PT Primayudha Mandirijaya sebagai termohon PKPU IV.

Dengan ada gugatan PKPU tersebut, bagaimana kinerja PT Sri Rejeki Isman Tbk pada 2020?

Perseroan mencetak pendapatan naik 8,52 persen dari USD 1,18 miliar pada 2019 menjadi USD 1,28 miliar pada 2020.

Namun, Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 85,32 juta pada 2020. Realisasi laba itu turun 2,65 persen dari periode 2019 sebesar USD 87,65 juta.

Perseroan mencatat beban pokok penjualan naik dari USD 946,58 juta pada 2019 menjadi USD 1,05 miliar pada 2020. Laba bruto tercatat turun 3,47 persen. Perseroan mencatat laba brutp sebesar USD 227,06 juta pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya USD 235,24 juta.

PT Sri Rejeki Isman Tbk mencatat beban penjualan naik 8,12 persen dari USD 17,51 juta pada 2019 menjadi USD 18,93 juta pada 2020. Beban umum dan administrasi sebesar USD 36,74 juta pada 2020.

Angka ini turun 6,2 persen dari periode sama tahun sebelumnya USD 235,24 juta. Perseroan meraup kenaikan keuntungan dari kurs menjadi USD 1,70 juta pada 2020 dibandingkan 2019 sebesar USD 73.819.

Dengan demikian laba per saham turun dari 0,0043 pada 2019 menjadi 0,0042 pada 2020. Total ekuitas tercatat naik 13,4 persen menjadi USD 672,41 juta pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya USD 592,66 juta.

Total Liabilitas

Ilustrasi Laporan Keuangan. Unsplash/Austin Distel
Ilustrasi Laporan Keuangan. Unsplash/Austin Distel

Total liabilitas naik 22,04 persen secara year on year. Total liabilitas tercatat sebesar USD 1,85 miliar pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya USD 966,58 juta.

Aset perseroan naik 18,77 persen dari USD 1,85 miliar pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya USD 1,55 miliar. Perseroan kantongi kas USD 187,64 juta pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya USD 168,35 juta.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini