Digugat soal Outsourcing, Kantor Dahlan Iskan Mengaku tak Tahu

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

PLASADANA.COM - Penerapan sistem outsourcing atau alih daya dalam ketenagakerjaan di Indonesia benar-benar telah melenceng dari tujuan utama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni investasi manusia.

Hal ini karena sistem outsourcing yang diterapkan cenderung memberi pembenaran bagi berlangsungnya eksploitasi pada para pekerja. Fakta inilah yang dikeluhkan Serikat Pekerja BUMN kepada Komisi VI DPR-RI melalui surat yang dilayangkan beberapa waktu lalu.
 
Berangkat dari keperihatinan ini, Komisi VI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Deputi Menteri BUMN, Sesmen BUMN dan Direksi BUMN, Selasa (19/3) di Jakarta. Rapat ini sebagai langkah awal untuk menyelesaikan pelbagai kasus perburuhan terkait sistem outsourcing di Indonesia.
 
Mengawali rapat, Wakil Ketua Politisi PDI Perjuangan Aria Bima yang memimpin, mempertanyakan kepada sejumlah BUMN terkait masalah alih daya ini. Sebab Mahkamah Konstitusi sudah memutuskan tidak lagi memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk menerapkan sistem outsourcing.

Perusahaan plat merah yang hadir adalah PT Pertamina (Persero), PT Telkom, PT PLN (Persero), PT LKBN Antara, Perum Perumnas dan PT Balai Pustaka (Persero).

"Saya mempertanyakan ini karena adanya pengaduan dari Serikat Pekerja yang masuk ke Komisi VI. Mereka menuntut agar sistem outsourcing dihapuskan,” tegas Aria.
 
Deputi Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN yang hadir dalam kesempatan itu, Dwijanti Tjahjaningsih, mengatakan tidak tahu-menahu secara detail soal sistem yang diberlakukan. “Pengelolaan outsourcing berada di bawah otoritas koperasi,” katanya singkat.
 
Melengkapi pernyataan koleganya, Sekretaris Menteri BUMN menegaskan bahwa pengelolaan tenaga kerja sepenuhnya menjadi otoritas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Policy ketenagakerjaan di masing-masing BUMN diserahkan kepada BUMN masing-masing,” tegasnya.
 
Mendapat jawaban yang tak memuaskan, anggota Komisi VI Erik Satrya Wardhana mempersoalkan kinerja BUMN yang tidak mempertanyakan hal-hal yang penting seperti ini. Erik menduga ada indikasi penyimpangan dalam pengelolaan ketenagakerjaan di Kementerian BUMN ini.
 
“Saya menduga ada penyimpangan dalam soal ini. Saya berharap Ibu Deputi memeriksa ini,” katanya.

Penulis: Fakhrorozi

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...