Dihalau saat wawancara Hatta Rajasa, kamera jurnalis tvOne rusak

MERDEKA.COM. Sejumlah wartawan elektronik maupun cetak dibuat kesal oleh panitia acara ITB Entrepreneurship Challenge 2013 (IEC). Hal itu lantaran panitia kerap menghalangi para jurnalis media cetak dan elektronik, yang sedang mewawancarai Menteri Perekonomian Hatta Rajasa.

Hatta memang menjadi salah satu pembicara dalam rangkaian ajang kompetisi bisnis IEC 2013. Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu menyarankan kepada para pengusaha muda buat memberi inspirasi, agar muncul beragam sosok wirausaha muda baru.

Memang, para panitia memberi waktu buat wawancara doorstop dengan Hatta. Tetapi mereka malah berlebihan dalam melakukan pengamanan, bahkan terkesan menghalau para awak media. Saat Hatta Rajasa hendak menjawab pertanyaan wartawan, panitia selalu memotongnya.

"Maaf.. Maaf.. Sudah yah," kata salah satu panitia sambil menghalangi-halangi sejumlah wartawan, di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Sabtu (9/2).

Alhasil, akibat tindakan panitia itu, seorang kontributor stasiun televisi tvOne, Chandra Kurnia, menjadi korban. Kameranya rusak dan tidak dapat digunakan buat merekam kembali.

"Ini gimana, kerjaan saya jadi sia-sia! Kenapa sih harus dihalang-halangi!," kata Chandra sembari menahan amarah.

Gambar yang diambil Chandra sejak pagi hari akhirnya tidak bisa diputar ulang. Dia pun meminta ganti rugi kepada panitia.

"Saya minta pertanggungjawabannya," ujar Chandra dengan nada tinggi.

Kekesalan itu ternyata bukan dialami Chandra saja. Kamerawan stasiun televisi Kompas TV, Adit, juga merasa kesal. Gambar yang dia ambil tidak sempurna akibat terdorong oleh panitia.

"Saya enggak tahu nih maunya apa. Ini gambar malah goyang-goyang," kata Adit.

Padahal, Adit masih ingin mengajukan banyak pertanyaan kepada besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

"Saya mau tanya kabar Rasyid, Pilgub Jabar, dan lain-lain," ujar Adit.

Panitia IEC sempat meminta maaf kepada para jurnalis. Perwakilan dari mereka menghampiri dan berjanji tidak mengulangi tindakan itu lagi. Tetapi, mereka berkilah  panitia aksi menghalau wartawan itu adalah perintah ketua panitia. Lantaran sudah dongkol dengan panitia, para wartawan yang tidak terima dengan alasan itu memilih meninggalkan lokasi.

"Padahal Pak Hatta nya santai saja saat diwawancara. Panitia saja sibuk. Emosi. Saya memilih pulang, boikot saja!," kata wartawan Bisnis Jabar, Miko.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.