Dihina Pigai, Jenderal Senior Kopassus Balas dengan Bijak dan Sopan

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 3 menit

VIVA – Tak ada angin, tak ada hujan. Tiba-tiba saja di tengah suasana nan tenang di pergantian tahun 2020-2021, tokoh militer Indonesia, Jenderal TNI (Purnawirawan) Hendropriyono mendapat penghinaan dari aktivis Papua, Natalius Pigai.

Pigai menghina mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu melalui tulisannya di akun Twitter, untuk mengomentari ultimatum yang dituliskan Jenderal TNI berdarah Komando Pasukan Khusus (Kopassus) kepada pihak yang berusaha melindungi alias membekingi eks anggota organisasi terlarang FPI.

'Orangtua mau tanya. Kapasitas Bapak di negara ini sebagai apa ya, Penasehat Pres, Pengamat? Aktivis?. Biarkan diurus generasi abad ke 21 yang egaliter, humanis, Demokrat. Kami tidak butuh hadirnya dedengkot tua. Sebabnya Wakil Ketua BIN & Dubes yang Bapak tawar saya tolak mentah2. Maaf', tulis Pigai.

Tak berapa lama setelah itu, jebolan Akademi Militer (Akmil)1967 itu, langsung menanggapi kicauan Pigai itu melalui Twitternya. Dan hebatnya, meski Jenderal TNI Hendro menilai twit Pigai adalah penghinaan, tapi beliau membalas penghinaan itu dengan kalimat bijaksana dan sopan.

Berikut rangkaian kalimat jawaban Jenderal TNI Hendropriyono atas penghinaan dari Pigai dikutip VIVA Militer, Sabtu 2 Januari 2021.

'Buat seorang pejuang tidak ada kata berhenti ananda @NataliusPigai2. Jika negara dalam bahaya, kita harus membelanya. Harus tanpa hitung untung atau rugi dan muda atau tua.

Sebagai pejabat saya dulu berjuang dengan kewenangan saya, sekarang sebagai rakyat dengan mulut saya dan jika kelak tak berdaya secara fisik, maka saya akan berjuang dengan do' saya. Begitu betuk tingkatan iman saya, sebagai seorang muslim.

Apa yang saya sampaikan hanya menasihati supaya kamu tidak larut, tersesat dan menyesal, karena saya yakin kalau sekarang tidak mau mendengarnya kelak kamu juga akan sadar.

Saya mengenalmu karena menganggap kamu seorang pemuda harapan bangsa yang patriotik, berani dan pandai. Karena itu saya tanya kenapa kamu tidak jadi pejabat saja, agar semua bakat dan potensimu tersalur dan bermanfaat.

Bukan saya tawari jabatan di pemerintahan, karena saya tidak punya kewenangan apapun apalagi sebagai formatur.

Patriotik dan cerdas karena saya dengar kamu mengkritik ide separatisme dengan mengatakan, bahwa seharusnya bercita-cita jadi Presiden RI daripada hanya sebagai Presiden Papua.

Waktu pertama kali kita kenal, kamu adalah komisioner Komnas HAM. Kita bertemu di restoran Kunskring di Jalan Teuku Umar. Dengan bersemangat kamu menawarkan jasa, untuk membela saya dalam kasus Talangsari.

Saya tidak menanggapi, karena saya merasa kasus tersebut sudah selesai secara hukum. Juga sudah selesai secara Islam melalui islah.

Setelah lama tidak bertemu dan kamu bukan penguasa lagi, kamu berubah 180 derajat. Selain patriotisme dan kepandaianmu, moralmu juga sangat merosot. Sopan santun dan akal budimu lenyap, karena ditelan kekecewaan sebagai penganggur yang tak terakomodasi di tempat yang kamu inginkan.

Semua kata yang keluar dari mulutmu adalah ungkapan dari pikiranmu. Itulah sebabnya saya bisa bilang kamu bukan Pigai yang dulu lagi.

Terima kasih atas penghinaanmu kepada saya sebagai orangtua, yang tidak pernah menyakiti kamu. Saya berharap agar pikiranmu jangan ke sana ke mari terus, untuk mencari pengakuan atau kedudukan. Pegang teguh prinsip agar lebih banyak orang menghargai kamu, sehingga kamu mendapat tempat yang terhormat di masyarakat.

Demikian Pigai, semoga kita masih bisa bertemu lagi, sebelum umur tidak memungkinkannya. Salam dan selamat tahun baru 2021,' tulis Jenderal TNI Hendropriyono.

Sebelumnya Jenderal TNI Hendro mengeluarkan ultimatum bukan ditujukan pada Pigai, tapi organisasi manapun yang berusaha melindungi mantan anggota ormas terlarang FPI. Baca: Jenderal Senior Kopassus Ultimatum Beking Eks Ormas Terlarang FPI