Dihinggapi Rasa Sedih saat Sedang Sendirian, Harus Bagaimana?

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Kadang kita merasa begitu membenci kesendirian. Saat kita berharap ada seseorang yang menemani tapi pada kenyataannya kita masih menghabiskan waktu seorangd iri, ada realita yang tak sesuai dengan ekspektasi. Hal ini pun membuat kita merasa sedih, kecewa, bahkan gelisah.

Kenapa kesedihan bisa tiba-tiba menelisik dan hadir saat kita sendirian? Kenapa kesendirian bisa terasa sangat menakutkan? Saat kita dihinggapi kesedihan saat sedang sendirian, sebenarnya ada sejumlah hal yang bisa kita lakukan untuk membuat hati kita merasa lebih tenang dan nyaman. Tak perlu memusuhi kesendirian sebab justru dalam kesendirian itu, ada ruang yang bisa menghadirkan kebebasan.

1. Fokus pada Hal-Hal yang Bisa Kita Kendalikan

"Sendirian adalah waktu yang tepat untuk menutup pintu dari dunia luar yang bising; untuk menyimpan ponsel dan melupakan berita internet yang kita lahap setiap hari. Dalam sekejap, akan kita sadari bahwa di balik semua hiruk pikuk berita negatif yang menyamar sebagai kehidupan nyata, sebenarnya ada kenyataan yang sampai sekarang kita abaikan. Kenyataan yang seluruhnya milik kita dan dapat kita kendalikan." (Apa yang Kita Pikirkan ketika Kita Sendirian, hlm. 35)

Masih melajang ketika semua teman seumuran sudah pada menikah? Ya sudah fokus untuk jalani hidup yang ada saat ini dengan hati yang lebih lapang. Tak ada teman yang bisa diajak untuk bertemu dan mengobrol? Ya sudah nikmati saja secangkir kopi yang tersaji dengan perasaan penuh syukur. Fokuslah pada hal-hal yang bisa kita kendalikan. Dengan begitu, kita bisa lebih lapang dalam menikmati waktu yang ada.

2. Lakukan Sesuatu yang Disukai

Pilih satu hal yang paling kamu sukai. Lalu, lakukan hal itu. Misal, kalau selama ini kamu selalu suka membaca buku tapi akhir-akhir ini sering kesulitan menemukan waktu untuk bersantai, maka mungkin ini saat yang tepat untuk menenangkan diri. Daripada terus meratapi nasib atau tenggelam dalam kesedihan yang entah datangnya dari mana, mending kerahkan energi dan waktumu untuk hal yang kamu suka.

3. Terimalah Kesendirian yang Ada

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/lookstudio
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/lookstudio

Kadang kesedihan hadir karena kita menolak kenyataan yang sedang kita alami dan hadapi. Semakin menolak kondisi kesendirian yang ada, semakin tertekan rasanya menghabiskan waktu yang kita terima. Kesendirian bukan sesuatu yang harus dihindari. Justru dengan bisa memeluk diri sendiri dan menikmati waktu sendiri, pikiran dan benak kita bisa lebih tenang. Mungkin ini memang waktunya untuk beristirahat dengan menjauh dari semua kesibukan dan kebisingan yang ada. Kesendirian bahkan bisa jadi momen yang tepat untuk mengisi ulang energi tubuh.

4. Optimalkan Waktu untuk Beristirahat

Marti Olsen Laney, Psy.D. dalam buku The Introvert Advantage mengungkapkan bahwa perbedaan mendasar antara kaum introver dan ekstrover terletak pada cara mereka mengisi ulang “baterai” yang mereka miliki. Kalau kamu bertemperamen introver, kesendirian justru adalah waktu yang senantiasa kamu butuhkan untuk bisa menjaga energi tubuh.

Kebanyakan ekstrover sangat senang berbicara, melakukan aktivitas, dan bekerja sama dengan orang lain. Sementara itu, kaum introver mengisi ulang tenaga dari dunianya sendiri—dunia yang berisi ide, emosi, dan kesan yang mereka terima. Seorang introver umumnya butuh waktu menyendiri untuk mengisi ulang energinya. Menyendiri atau menyepi sejenak bahkan menjadi bagian yang tak terlepaskan dari kehidupan sehari-hari seorang introver.

Namun, terlepas dari seberapa introver atau ekstrovernya dirimu, kesendirian bisa dioptimalkan untuk beristirahat. Merilekskan diri dan menenangkan hati serta pikiran akan membuat suasana hatimu lebih baik lagi.

5. Syukuri Setiap Hal Kecil

Bersyukur bisa langsung mempengaruhi banyak aspek kehidupan yang berbeda-beda, termasuk kesehatan pikiran dan jiwa kita. Bersyukur bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, termasuk saat ini, detik ini juga. Kita tak perlu menunggu hal besar atau fenomenal untuk membuat kita baru bersyukur. Hal-hal sederhana seperti makanan yang sedang kita nikmati atau melihat senyuman dari orang di dekat kita sudah lebih dari cukup untuk dijadikan alasan bisa lebih banyak bersyukur.

Kesendirian bukan untuk dibenci. Saat kesedihan menghinggapi, terima dan biarkan itu mengalir. Setelah itu coba lakukan hal-hal yang bisa membuat hatimu lebih tenang dan nyaman. Semoga ada sepercik kebahagiaan yang bisa kamu petik dalam kesendirian itu.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel