Dihujat karena Tampilkan Hewan Primata Berkostum Manusia, Mal Pesona Depok Minta Maaf

Merdeka.com - Merdeka.com - Pusat perbelanjaan Pesona Square Depok dihujat di media sosial karena menampilkan hewan primata berkostum manusia dalam event Summer in Jungle. Mereka dituding mengeksploitasi satwa.

Kegiatan itu sempat diunggah di media sosial ofisial mal @pesonasquareid. Hewan primata itu tampak dipakaikan baju manusia dan berada di atas panggung. Namun foto itu telah dihapus.

Sejumlah komentar dilontarkan warganet merespons postingan itu. Mayoritas berkomentar hal tersebut sebagai penyiksaan binatang. Seperti akun @ozyozaay yang menuliskan, "animal abuse". Kemudian akun @dinskya_ berkomentar "tolong lebih bijak lagi, jangan promosi animal abuse. Primata hewan liar, bukan hewan peliharaan!!! Take a note".

Kenalkan Hewan pada Anak-Anak

General Manager Pesona Square Rina N Picauly pun akhirnya buka suara soal kejadian ini. Dia mengatakan, Summer in Jungle adalah program untuk memperkenalkan hewan pada anak-anak agar mereka mengerti cara merawat dan memelihara binatang.

Dia menegaskan tidak ada eksploitasi hewan primata dalam kegiatan itu.

"Ini adalah program untuk edukasi ke anak-anak gimana sih caranya memelihara hewan, bertanggung jawab sama hewan, dan memberikan kasih sayang. Kita juga siapkan program khusus vaksinasi secara free," jelasnya.

Minta Maaf

Dalam rangkaian acara, ada program talkshow tentang pemeliharaan terkait primata. Dalam kegiatan ini, pihaknya hanya sebagai penyedia tempat. Sedangkan penyelenggaraan acara diserahkan pada pihak event organizer (EO). Saat talkshow, ada beberapa binatang primata yang naik ke atas panggung namun tidak ada atraksi apa pun.

"Kalau atraksi topeng monyet tidak ada dia. Memang ada (primata) naik ke atas panggung. Mungkin yang menjadi terkesan demikian (atraksi topeng monyet) karena kan mereka (primata) ada yang pakai baju itu ya. Padahal, kalau mungkin saya analogikan ke penyayang binatang itu sebagai tanda sayang," ucapnya.

Rina pun meminta maaf jika hal tersebut membuat para pecinta binatang menjadi bereaksi. Hal itu menjadi evaluasi pihaknya sebagai pembelajaran ke depan.

"Kami sangat menyesal juga kami mohon maaf bila itu menjadi suatu perhatian khusus yang jelas dalam prinsip kami benar-benar tidak ada mengomersialkan apalagi namanya hewan-hewan yang treatmentnya sampai kekerasan, itu ada konsen-konsen tuh kami memperhatikan ke arah sana seperti itu sih," pungkasnya.

Tak Ada Eksploitasi Primata

Sementara itu, Haikal dari EO Souq selaku penyelenggara mengatakan, Summer in Jungle ini adalah event yang biasa digelar di beberapa mall juga. Namun kata dia mungkin ada sedikit sensitifitas dengan kehadiran komunitas primata yang datang saat itu. Dia pun membantah tudingan adanya eksploitasi hewan primata di acara tersebut.

“Padahal basicly, yang disebut eksploitasi di event ini tidak ada, semua bisa ditanyakan kepada pihak mall yang memang menyaksikan juga atau juga pengunjung yang datang di hari tersebut,” katanya.

Komunitas yang hadir saat itu adalah para pecinta primata. Dan primata tersebut adalah hasil penyelamatan dari beberapa oknum topeng monyet.

“Mungkin kemarin isunya sedikit lebih ke arah dirantai atau primata ini memakai baju. Sebetulnya rantai ini lebih ke arah safety, bukan seperti topeng monyet. Kemudian mereka memakaikan baju dengan alasan mereka sangat menyayangi primata ini, karena mall ini sangat dingin,” ucapnya.

Ditegaskan saat acara, banyak juga primata yang tidak dirantai. Primata tersebut digendong dan tidak dilepas.

“Tapi over all kita ngerti sih dan memohon maaf untuk beberapa pihak yang tersinggung baik dengan kita dan komunitas primata ini,” ujarnya.

Haikal menuturkan, event ini lebih bertujuan ke arah edukasi tentang hewan. Pihaknya juga mengundang beberapa profesional dokter hewan dalam event tersebut.

“Jadi hewan yang ada disini itu memang hewan yang biasa ikut event,” tegasnya.

Dalam event tersebut, sambung Haikal yang dihadirkan bukanlah jenis hewan yang dilindungi namun tetap termasuk dalam kategori satwa liar.

“Tapi dalam hal Undang-undang yang ada di negara ini, Beruk dan Ekor Panjang bukan hewan yang dilindungi. Namun kita juga setuju lebih baik hewan-hewan ini ada di habitat asalnya. Tapi memang monyet yang ada disini adalah hasil rescue dari oknum topeng monyet, jadi tidak ada eksploitasi,” tutupnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel