Dijanjikan Kerja di Perusahaan BUMN, Anak Petani Justru Jadi Kurir Narkoba

TRIBUNNEWS.COM, GRESIK - Mohammad Muntapik (20), warga Dusun Klaseman, Desa Trutup, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, yang diamankan Satuan Narkoba, Polres Gresik, saat akan mengedarkan di Wahana Ekspresi Poesponegoro, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik, mengaku diiming-imingi pekerjaan oleh seseorang yang baru dikenal tiga hari.

Muntapik, sehari-hari bekerja di tukang las di Kota Tuban, dengan upah Rp 40.000 per hari.

"Saya baru tiga hari dikenalkan sama teman kepada orang yang menyuruh kirim barang pil koplo ke Gresik," kata Muntapik, saat di ruang penyikik Unit Satnarkoba, Polres Gresik, Senin (10/6/2013).

Untuk datang ke Gresik dan menuju arena WEP di Jl Jaksa Agung Suprapto, tersangka mengaku tidak tahu jalan, sebab baru beberapa kali main ke Gresik. "Saya ingat sedikit-sedikit alamatnya," imbuhnya.

Pekerjaan nekat yang dilakukan tersangka ini karena ada iming-iming kerja yang enak di sebuah anak perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gresik.

"Saya dijanjikan masuk kerja di anak perusahaan BUMN di Gresik. Saya anak satu-satunya dari keluarga petani. Mau saya mengangkat derajat keluarga," kata Muntapik dengan nada pelan.

Akibat dari perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 197, UU RI Nomor 26 Tahun 2009, tentang Kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara.

Baca Juga:

  • Polisi Gresik Ringkus Pencuri Motor Bersenjata Tajam
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.