Dijemput Jam 5 pagi Ridwan dapat Uang Rp 100 Juta

Baca juga:Ridwan Bermimpi Sebelum Melihat Serpihan Sukhoi

TRIBUNNEWS.COM,DEPOK--Telepon seluler Ridwan berdering, Minggu (205/2012) malam. Suara diujung telepon itu berasal dari Markas Besar Marinir di Cilandak.

"Kamu besok (Senin 21/5/2012) ikut upacara ya di Marinir Cilandak. Kita jemput kamu dan teman-teman jam 05.00 WIB di Sekretariat MAPALA UI," kata Ridwan menirukan ucapan seorang anggota Marinir, Senin (21/5/2012).

Ridwan adalah salah seorang anggota MAPALA UI. Bersama dua rekannya, yang pertama kali menemukan serpihan pesawat Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor Jawa Barat. Ridwan kaget. Tak menyangka telepon itu dari seorang anggota Marinir.

"Lebih kaget lagi, disuruh kumpul jam segitu. Tahulah, jam segitu lagi pulas-pulannya tidur," kata Ridwan sambil tertawa lepas

Dalam upacara tersebut, Dan Kormar Mayjen TNI (Mar) Alfan Baharudin memberikan uang senilai Rp100juta kepada Ridwan dan kedua temannya. "Pak Alfan bilang uang tersebut untuk biaya kuliah dan organisasi MAPALA UI," imbuhnya.

Ridwan sumringah dan terus mengumbar senyum saat berbincang-bincang dengan tribun, Ia mengaku senang dengan bantuan tersebut, dan timbul kekhawatiran dalam dirinya.

"Saya takut masyarakat salah sangka, nanti dikira saya hanya mengejar uang waktu ke Gunung Salak. Padahal saya kesana untuk tugas kemanusiaan," kata Ridwan.

Ridwan mengaku uang tersebut sangat bernilai bagi dirinya. Uang tersebut akan dimanfaatkannya untuk melanjutkan kuliah S2 Kimia. Saat ini, Ridwan sedang menjalani semeter empat jurusan Kimia Fakultas MIPA UI.

Ayahnya telah meninggal. Sedangkan ibunya tidak bekerja. Biaya sehari-hari Ridwan ditanggung oleh ketiga kakaknya yang telah bekerja.Ridwan juga mengaku mendapatkan uang beasiswa dari UI dalam mengejar gelar sarjana kimia. "Uang ini saya gunakan untuk S2, saya simpan untuk bekal nanti," imbuh Ridwan.

Pemuda berumur 20 tahun itu juga menegaskan akan bergabung dengan tim kemanusiaan lainnya bila ada kejadian-kejadian serupa. Menurutnya pengalaman membantu korban tidak ternilai dengan materi. "Saya senang membantu kegiatan kemanusiaan," kata pemuda yang ingin berkecimpung dibidang water treatment.

Ridwan telah dinobatkan menjadi anggota MAPALA UI sejak dua bulan lalu. Ia mendapatkan keanggotaanya setelah 13 bulan menjalani pelatihan. Akhirnya Ridwan dilantik di Situgunung, Sukabumi setelah mendaki Gunung Pangrango pada April 2012.

Ia mencintai Gunung dengan suasana sepi, tenang dan teduh. "Kalau jenuh saya ke Gunung, disana saya menemukan kedamaian setelah sampai di puncaknya," ujar Ridwan.

Saat ditanya apakah ada acara penyambutan bagi Ridwan dan teman-temannya oleh MAPALA UI karena dapat bertugas dengan baik di Gunung Salak, Ridwan mengaku tidak ada.

"Belum ada sampai sekarang, malah saya sama teman-teman lagi sibuk cari anggota baru MAPALA UI," katanya sambil tersenyum.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.