Dijerat Pasal Pemerasan, Polisi Tetapkan Hercules Jadi Tersangka

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hercules Rozario Marshal bersama 49 anak buahnya resmi menjadi tersangka. Hercules jadi tersangka diduga melakukan penghasutan terhadap sejumlah orang, melakukan perlawanan terhadap petugas, kepemilikan senjata api, dan pemerasan.

Dari 51 orang yang diamankan tim gabungan Polres Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya, kepolisian resmi menetapkan 50 orang sebagai tersangka dan dilakukan penahanan dengan pasal beragam.

"Dari 51 orang yang ditangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakuka pemeriksaan, berdasarkan hasil pemeriksaan 50 orang terbukti melakukan pelanggaran hukum dan kita lakukan penahanan," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (9/3/2013).

Sementara satu orang lainnya atas nama Samin dilepas karena tidak terbukti. Ia hanya melintas di lokasi saat kejadian sehingga polisi mengamankannya.

"Satu orang tidak melakukan apa-apa, sehingga kita lepas," ujarnya.

Dari 50 orang yang dijadikan tersangka dan dilakukan penahanan satu diantaranya Hercules.

"Hercules dan M Sidik mereka dikenakan pasal 160 tentang penghasutan dan melawan petugas yang sah pasal 214 KUHP. Hercules juga dikenakan undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 karena di rumahnya juga ditemukan senjata jenis FN dengan pelurunya 27 butir tanpa izin. Hercules juga terkena kasus pemerasan," ungkap Rikwanto.

Semntara 46 tersangka lainnya dilakukan penahanan dengan tuduhan pasal 170 KUHP tentang pengrusakan secara bersama-sama dan pasal 214 KUHP karena melawan petugas, serta undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 karena membawa senjata tajam.

Kemudian satu orang lainnya dikenakan undang-undang darurat karena membawa senjata api tanpa izin.

"Mulai sore ini dilakukan penahanan dan akan berlanjut pada proses menuju persidangan," ucapnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.