Dijuluki Beckham-nya Korea, Simak Prestasi Son Heung Min dalam Karier Sepak Bolanya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini nama Son Heung Min sedang jadi perbincangan karena rumor terkait hubungannya romantisnya dengan Jisoo Blackpink. Namun, namanya dalam dunia sepak bola telah lama melejit dan sangat berpengaruh.

Mengutip dari Goal, Jumat (8/10/2021), Son Heung Min adalah satu-satunya bintang olahraga yang masuk dalam Forbes Korea, dihitung berdasarkan peringkat pencapaian, pengaruh, popularitas, dan penghasilan mereka. Seorang jurnalis Korea bernama Lee Sung-mo mengatakan bahwa Son Heung Min dicintai oleh semua generasi di Korea Selatan.

"Mulai dari remaja bahkan lebih muda dari remaja hingga mereka yang berusia 70-80 tahun," katanya menjelaskan kecintaan rakyat Korsel dengan megabintang sepak bola ini.

Popularitas Son Heung-min sangat besar. Terbukti tiap matchday yang melibatkan Tottenham di Liga Premier dan Liga Champions. Dia dibuntuti oleh rentetan jurnalis Korea yang sangat berdedikasi memantau setiap gerakan dan ucapannya.

Ketika dia mencetak gol besar, contohnya saat melawan Manchester City di perempat final Liga Champions, acara-acara pagi di stasiun TV Korea pasti akan mengulangi video tersebut.

Contoh lainnya ketika Son mencetak gol pertama di Stadion Tottenham Hotspur yang baru pada malam peresmiannya. Diperkirakan portal Naver di korea menarik 200.000 hingga 300.000 pengguna untuk setiap streaming langsung pertandingan yang melibatkan Son. Belum lagi ditambah dengan yang menonton lewat siaran televisi.

Surat kabar dan situs web terbesar di Korea tiada henti memuat citranya tiap hari. Tidak hanya bintang di lapangan, Son juga jadi bintang di halaman depan setiap majalah yang bisa ditemukan di Korea.

Memang tidak dapat dimungkiri bahwa kepopuleran Son di Korea hampir sama seperti David Beckham di Inggris. Oleh karena itu, ia dijuluki sebagai Beckham-nya Korea.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Didikan Keras dari Sang Ayah yang juga Mantan Pesepak Bola

Penyerang Tottenham Hotspur, Son Heung-min berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Arsenal pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di stadion Emirates di London, Minggu (27/9/2021). Arsenal menang atas Tottenham dengan skor 3-1. (AP Photo/Frank Augstein)
Penyerang Tottenham Hotspur, Son Heung-min berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Arsenal pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di stadion Emirates di London, Minggu (27/9/2021). Arsenal menang atas Tottenham dengan skor 3-1. (AP Photo/Frank Augstein)

Mentalitas sebagai pemain hebat ternyata telah dilatih sejak dini oleh sang Ayah, Son Woong-jung. Orang yang dijuluki sebagai 'Ayah Heung-min' oleh beberapa penggemar merupakan pemain sepak bola yang bermain sebagai penyerang untuk tim B Korea Selatan, sebelum cedera mengakhiri karier atletnya di usia 28 tahun.

Dua tahun kemudian, Son Heung-min lahir, tumbuh besar di Kota Chuncheon bersama kakak laki-lakinya. Seperti sang Ayah, keduanya berambisi menjadi pesepak bola.

Metode pelatihan keras dan menuntut dari sang Ayah, mencapai tingkat obsesif. Mereka berlatih di lapangan tanah dekat rumah mereka setiap hari. Ayahnya berkata bahwa penguasaan keterampilan teknis adalah jalan menuju kesuksesan.

Son sangat takut pada ayahnya, dia tidak pernah berani membangkang. Seorang pejalan kaki bahkan pernah mengancam akan menelepon polisi setelah menyaksikan Son menerima omelan sengit dari ayahnya selama berlatih.

Pelatihan ekstrem tersebut membuahkan hasil, Son bergabung dengan akademi di FC Seoul dan menerima panggilan untuk tim U-15 Korea Selatan.

"Dia sangat luar biasa. Satu hal yang saya ingat hari itu (saat latihan) adalah kemampuannya menembak dengan dua kaki, tembakannya sangat bagus. Suatu kali, saya mencoba untuk memblokir tembakannya, tetapi akhirnya menyingkir karena kekuatannya sangat menakutkan," jelas rekan setimnya di U-15, Won Chang-yeon yang saat ini menjadi bintang eSports.

"Dia bekerja lebih keras dari yang lainnya," tambahnya.

Penerus Park Ji-sung, Bintang Sepak Bola Korea Sebelumnya

Park Ji Sung juga tercatat sebagai pemain Asia pertama yang mengangkat trofi Liga Champions. Park memainkan peran penting ketika Manchester United melawan Barcelona pada laga semi final Liga Champions 2008. (AFP/Paul Ellis)
Park Ji Sung juga tercatat sebagai pemain Asia pertama yang mengangkat trofi Liga Champions. Park memainkan peran penting ketika Manchester United melawan Barcelona pada laga semi final Liga Champions 2008. (AFP/Paul Ellis)

Semuanya menceritakan kisah Son di seluruh penjuru Korea. Negara ini sebelumnya telah menghasilkan pemain terkenal, yaitu Park Ji-sung.

Meskipun ia belum berhasil menyamai kejayaan park bersama tim nasional, ada sedikit pertanyaan bahwa Son sejauh ini adalah pemain utama yang lebih baik.

Seperti yang diketahui, Park Ji-sung adalah mantan pemain Manchester United, dia adalah kunci utama kemenangan tim dalam Piala Dunia 2002 yang mencapai semifinal di kandang sendiri. Sementara, Son adalah pemain kunci untuk Tottenham, peserta Liga Champions abadi. Namun, paparan Son agak dibatasi oleh kurangnya kesuksesan kolektif Spurs.

Terlepas dari kegagalan akhir musim Tottenham, Son telah menjadi kekuatan yang konsisten dan penting dalam perjalanan Liga Champions mereka hingga saat ini. Dia mencetak gol-gol besar tidak hanya melawan City, tetapi juga melawan Borussia Dortmund.

Dapat dilihat saat melawan City, Son memiliki kualitas yang sangat menjanjikan.

Orang yang Menyelamatkan Mourinho

Striker Tottenham Hotspur Son Heung-min merayakan golnya ke gawang Manchester United atau MU pada laga Liga Inggris di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (11/4/2021). (Matthew Childs/Pool via AP)
Striker Tottenham Hotspur Son Heung-min merayakan golnya ke gawang Manchester United atau MU pada laga Liga Inggris di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (11/4/2021). (Matthew Childs/Pool via AP)

Saat itu di Liga Premier dengan empat pertandingan tersisa, Spurs duduk di urutan ke-10, di belakang Arsenal, setelah awal yang mengecewakan untuk masa jabatan Mourinho. Di kandang The Gunners, Son mencetak col untuk membalikkan keadaan yang tertinggal 1 poin. Tottenham menang, naik di atas saingan berat mereka menyelamatkan tempat Eropa. Untuk tahun kedua berturut-turut, Son dinobatkan sebagai pemain Spurs terbaik musim ini.

Mengapresiasi penampilan Son, Mourinho bahkan menyetujui semangat juang yang ditunjukkan pemain asal Korsel itu. Kemampuannya untuk menembak dengan kedua kaki juga terbukti lebih berguna, menurut statistik yang menunjukkan bahwa selama lima tahun terakhir, Son telah mencetak persentase gol yang lebih tinggi dengan kakinya yang lemah dari penembak jitu terkemuka lainnya di Liga Premier.

Penulis: Anastasia Merlinda

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel