Dijuluki Kamus APBN, Ini Cerita Wamenkeu Soal Sosok Boediarso Teguh Widodo

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pekan lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik Boediarso Teguh Widodo sebagai widyaiswara. Jabatan ini merupakan sebutan untuk PNS yang diangkat sebagai pejabat fungsional. Tugasnya kini bertanggungjawab dan berwenang untuk mendidik, mengajar, dan/atau melatih PNS pada lembaga pendidikan dan pelatihan.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyatakan Boediarso memiliki julukan Kamus APBN di Kementerian Keuangan. Alasannya, Boediarso sangat fasih mengenai APBN dan APBD. Memulai karier sebagai PNS sejak tahun 1982 di Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.

"Julukan buat Pak Boediarso ini kamus APBN dan itu relatif terintitusionalkan, ini sumbangan yang mencoba terus dikembangkan, termasuk dalam sistem penyusunan anggaran maupun dengan berbagai pengalaman berharga," kata Suahasil dalam acara Bedah Buku Autobiografi Boediarso Teguh Widodo, Jakarta, Rabu (13/10).

Bagi Suahasil, Boediarso memang telah mencapai puncak karier PNS sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan. Di masa pensiunnya, kehadiran Boediarso sebagai pejabat negara masih dibutuhkan, sehingga jabatan widyaiswara paling tepat. Sebab pada posisinya saat ini Budiarso bisa membagikan berbagai pengalaman dan kebijaksanaanya kepada generasi selanjutnya.

"Saya tidak pernah menggap Pak Boediarso pensiun, tapi tetap abdi negara tapi dulunya tugasnya profesional sekarang di widyaiswara. Kalau Pak Boediarso ini sudah mencapai puncak karirnya, sekarang waktunya beliau membagikan pengalaman dan kebijaksanaan di luar sebagai abdi negara," tuturnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sosok Boediarso

Ilustrasi APBN. Dok Kemenkeu
Ilustrasi APBN. Dok Kemenkeu

Suahasil menilai, sosok Boediarso sebagai akademisi yang membantu birokrat. Ini merupakan karakteristik yang tidak kalah penting karena penelitian yang dilakukannya tentang APBN yang bersifat countercyclical. Penelitian tersebut kini terbukti digunakan pemerintah dalam rangka menangani kondisi darurat.

"Disertasi beliau tentang APBN ini countercyclical secara ilmiah," kata dia.

Dia menambahkan, sepanjang kariernya, Boediarso bukan hanya pejabat biasa, melainkan akademisi yang telah memberikan banyak sumbangan pemikiran ilmiah dalam setiap kebijakannya. "Jadi kita yakin kebijakan yang dibuat Pak Boediarso ini berbasis riset, kebijakan berbasi pengetahuan dan efident," kata dia.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel