Dik Doank

Makin banyak artis di Indonesia yang melakukan poligami. Pada awal Agustus 2012, artis Raden Rizki Mulyana Kertanegara Hayang Denada Kusuma atau yang lebih dikenal dengan panggilan Dik Doank dikabarkan menikah lagi.

Bapak tiga anak tersebut berpoligami dengan seizin istri pertama, Myrna Yuanita, yang telah dinikahi sejak 1993 dan memberinya tiga anak; Ratta Billa Baggi, Geddi Jaddi Membummi, dan Putti Kayya Hatti Imanni.

Menurut kabar yang beredar, Dik Doank menikahi wanita yang bernama Khaerani atau Key yang berusia 25 tahun. Dik Doank sempat agak emosional saat kehidupan pribadinya menjadi sorotan media massa. Bagi Dik Doank, poligami lebih baik daripada punya istri satu tapi berselingkuh.

Dik Doank sempat memberikan penjelasan tentang poligami di hadapan anak-anak. Hal ini justru disayangkan sejumlah pihak karena anak-anak itu dianggap belum cukup umur untuk mengetahui perihal pernikahan.

Proses pernikahan Dik Doank dengan Khaerani dilakukan dengan memberikan mas kawin berupa emas batangan seberat 100 gram dan digelar tak jauh dari kediamanan Dik Doank di Ciputat, Tangerang Selatan.

Pernikahan dilakukan secara siri karena sulitnya birokrasi untuk melakukan poligami di daerah tersebut. Keputusan nikah siri diambil Dik Doank untuk menghindari persepsi negatif dari masyarakat. Meski merestui suaminya menikah lagi, Myrna tidak hadir dalam pernikahan secara agama tersebut. Saat dikonfirmasi ke Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang pun, pihak panitera menyatakan bahwa mereka belum menerima permohonan izin poligami dari pihak Dik Doank.

Dik Doank telah berhenti jadi artis sejak tahun 2006. Dia ingin menjadi guru dan berpartisipasi di kegiatan sosial membantu sesama yang membutuhkan.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...