Dikarantina Malah Pergi Joging, Wanita Ini Diusir dari China

Liputan6.com, Beijing - Seorang wanita Australia yang baru saja tiba di Beijing dipecat dan akan dideportasi setelah melanggar aturan karantina yang dibuat untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). Menurut Shanghaiist, wanita yang diidentifikasi dengan nama keluarga sebagai Liang itu adalah eksekutif di sebuah perusahaan farmasi terkenal Jerman, Bayer yang baru saja kembali ke China pada 14 Maret 2020.

Sehari kemudian, dia dilaporkan melanggar aturan wajib karantina dan pergi joging. Di sana, dia dihadang oleh petugas keamanan lingkungan yang mengatakan kepadanya bahwa dia seharusnya tak meninggalkan rumahnya.

 

Selanjutnya

Petugas kesehatan memindai suhu tubuh wisatawan yang datang di Bandara Internasional Port-au-Prince, Port-au-Prince, Haiti, 4 Februari 2020. Presiden Haiti Jovenel Moise menyatakan keadaan darurat kesehatan menyusul konfirmasi dua kasus virus corona COVID-19. (Photo by CHANDAN KHANNA/AFP)

Bukannya mematuhi larangan tersebut, Liang malah bersikeras dan mengatakan dia harus tetap sehat. Liang juga menolak ketika petugas keamanan memintanya memakai masker.

Namun, konfrontasi meningkat dan wanita itu malah mulai berteriak "Tolong" dan "Aku dianiaya" ketika petugas itu menjauhi dirinya. Situasi baru terkendali setelah polisi datang untuk turun tangan di mana Liang akhirnya setuju untuk kembali ke apartemennya.

 

Selanjutnya

ilustrasi virus corona covid-19/copyright by diy13 (Shutterstock)

Tak butuh waktu lama, setelah video perlawanan itu viral di media sosial China, Bayer mengumumkan di Weibo bahwa Liang telah dipecat dari posisinya. Perusahaan itu menambahkan bahwa pihaknya sepenuhnya mendukung upaya pemerintah China untuk mengendalikan penyebaran virus Corona. Perusahaan itu juga meminta semua karyawan untuk mematuhi peraturan.

 

Selanjutnya

ilustrasi lockdown virus corona/copyright by NG-Spacetime (Shutterstock)

Biro Keamanan Publik Beijing kemudian mengumumkan bahwa mereka akan mencabut izin tinggal Liang dan memintanya untuk meninggalkan negara itu pada tanggal yang tak disebutkan. Beijing telah membuat beberapa perubahan dalam peraturan karantina setelah insiden itu.

Selanjutnya

Pekerja medis berpakaian pelindung mengumpulkan sampel untuk tes asam nukleat dari pasien yang diduga terinfeksi virus corona di hotel yang digunakan dalam isolasi medis virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Selasa (4/2/2020). (Chinatopix via AP)

Mereka yang datang ke Beijing kini diharuskan ditempatkan di bawah karantina terpusat yang awalnya hanya diminta untuk mengkarantina diri sendiri di rumah. Sementara itu, petugas keamanan mengatakan kepada wartawan bahwa mereka belum melihat Liang meninggalkan apartemennya setelah insiden itu.