Dikecam karena Remix Suara Azan, Pihak Mnet Minta Maaf

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Program Mnet yang bertajuk Street Woman Fighter menjadi sorotan publik. Itu lantaran video pembuka acara tersebut memakai musik yang diduga me-remix suara azan.

Ini membuat warganet emosi dan menuntut Mnet minta maaf secara resmi. Warganet merasa bahwa hal ini tak sepantasnya dilakukan.

Hingga Kamis (9/9/2021) siang, tagar ADZANBUKANMAINAN menempati trending topic nomor 1 di Twitter Indonesia. Wargenet pun menyuarakan rasa kecewa terhadap stasiun televisi Korea Selatan ini.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kritikan

[Foto: Twitter]
[Foto: Twitter]

"Tolong hargai agama kami. Hapus video dan ubah musiknya," kata pemilik akun Twitter @nxxrluvs

"Ini sungguh keterlaluan, saya sangat kecewa, saya sebagai muslim sangat tidak terima dengan suara adzan yang di remix seperti itu," kata @CahayaAnggraen6.

Terkait masalah ini, pihak Mnet akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara resmi melalui akun Instgaram @mnet_dance. Dia menjelaskan mengenai awal mula penggunaan musik itu.

Maaf

"Atas nama tim produksi Mnet Street Woman Fighter, kami menyampaikan permintaan maaf yang tulus terkait soundtrack yang digunakan dalam pembukaan episode pertama Street Woman Fighter," tulisnya.

"Lagu tersebut merupakan soundtrack elektronik yang terdaftar resmi di situs streaming resmi. Tim produksi berpendapat bahwa suara elektronik dari lagu tersebut cocok sebagai musik latar program. Kami tentu tidak memiliki niat lain," sambungnya.

Mengganti Musiknya

Sebagai bentuk tanggung jawab, Mnet akan megunggah ulang video tersebut setelah mengganti musik latarnya.

"Mnet akan terus mendengarkan pendapat pemirsa di seluruh dunia. Kami mengapresiasi perhatian anda terhadap Mnet Street Woman Fighter," tutupnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel