Dikepung Banjir, Dian Pelangi Panik Evakuasi Bayinya yang Berusia 6 Bulan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Banjir mengepung sejumlah kawasan di Ibu Kota, termasuk Kemang, Jakarta Selatan, tempat Dian Pelangi tinggal. Rumahnya kebanjiran hingga seukuran paha orang dewasa.

Lewat akun Instagramnya, desainer terkenal ini membagikan kronologi kejadiannya. Jumat (19/2/2021) malam, ia mulai khawatir banjir karena hujan deras. Namun Dian Pelangi tak menyangka banjirnya akan tinggi.

"Setiap musim banjir hanya di jalan depan rumah saja yang banjir dan jarang masuk rumah. Paling banter semata kaki dan cuma sekali," tulis Dian Pelangi pada Minggu (21/2/2021) pagi di Instagram Stories.

Pada Sabtu pagi, ia kaget karena seluruh lantai satu rumahnya terendam air. Tapi lagi-lagi ia tak terpikir airnya akan naik.

"Cuma mikir ah siang udah surut kayak dulu-dulu. Jadi memang enggak kepikiran angkut barang ke lantai dua. Nggak mikir ngungsi juga, jadi kita stay aja di lantai 2," Dian menyambung.

Menerobos Banjir

(Instagram/dianpelangi)
(Instagram/dianpelangi)

Tak lama kemudian, air meninggi. Keluarga Dian Pelangi mulai panik dan memutuskan mengemasi barang untuk mengungsi. Ia pun menunggu dievakuasi oleh perahu karet namun tak kunjung datang.

Karena situasi makin darurat, Dian Pelangi dan suami, Sandy Nasution, akhirnya nekat menerobos banjir bersama anaknya yang berusia enam bulan untuk menyelamatkan diri ke tempat aman.

"Nungguin perahu nggak dateng2 akhirnya nekat ke jalan raya sendiri. Mobil udah di jalan raya, langsung ngungsi ke rumah abang," tulisnya lagi.

Thalassophobia

Dian Pelangi mengenakan busana dengan warna yang mirip dengan pakaian putranya, Rumi (Dok.Instagram/@dianpelangi/https://www.instagram.com/p/CICtFEPFoyP/Komarudin)
Dian Pelangi mengenakan busana dengan warna yang mirip dengan pakaian putranya, Rumi (Dok.Instagram/@dianpelangi/https://www.instagram.com/p/CICtFEPFoyP/Komarudin)

Dalam videonya sang suami menggendong anak semata wayangnya, Rumi, dengan cukup tenang. Sementara Dian Pelangi terdengar panik. "Bundi heboh thalassophobia (Fobia pada laut atau samudra)" tulisnya sebagai keterangan videonya.

Selamat

"Hati-hati. Allahuakbar kabiro, Allahuakbar kabiro, ada tangga. Allahuakbar. Itu apa? Jinjit jinjit," kata dia dengan suara yang seperti hendak menangis.

Mereka akhirnya sampai di mobil dengan selamat lalu mengungsi ke rumah saudara yang lebih aman.