Dikira Hilang, Dua Bocah di Gresik Ini Ditemukan Menggigil di Jalan

Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Saudatun Nuroh (37 tahun) terisak haru kala menjumpai anaknya, Muhammad Ali Syarifuddin (7 tahun), dan sepupu bocah itu, Soni (4), diselamatkan orang dan ditampung di Markas Kepolisian Sektor Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Selasa malam, 26 Januari 2021. Nuroh pun tak henti-henti memeluk buah hatinya itu.

Ibu asal Dusun Nambi, Desa Karangrejo, kecamatan setempat, itu semula gelisah setelah seharian ke sana kemari mencari anaknya yang tak kunjung pulang. Awalnya, Selasa sore, Ali pamit akan pergi ke tambak bersama sepupunya, Soni. Nuroh mengizinkan karena mengira anak keduanya itu akan bermain di tambak dekat rumah.

Kegelisahan timbul setelah magrib tiba anaknya tak kunjung pulang. Ia berkeliling ke sana kemari, namun para tetangga mengaku tidak tahu. Gegerlah kampung tempat tinggal Nuroh. Seluruh warga pun ikut membantu mencari Ali dan Soni. Nuroh kian lemas karena buah hatinya tak juga ditemukan.

Baca: Anak-anak Hilang Misterius di Langkat, Terakhir Dekat Ekskavator

Di tempat lain yang agak jauh, Ali Arif (52) yang mengendarai sepeda motor bersama istrinya menjumpai dua bocah yang berjalan dengan tubuh menggigil tengah menuntun sepeda angin di Jalan Raya Banyuwangi, Manyar. Saat itu hujan deras mengguyur disertai angin kencang, Arif dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di Kecamatan Duduk Sampean.

Curiga dengan kondisi dua bocah itu, Arif pun mendekat dan menanyakan kedua bocah itu tinggal di mana dan hendak ke mana. Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, apalagi hari sudah mulai gelap, pasutri itu lantas membawa kedua bocah itu ke Markas Polsek Manyar. Di sana mereka ditanya alamat rumah dan identitas kedua orang tuanya.

Petugas Bhabinkamtibmas Polsek Manyar, Bripka Arief Tri, lantas berkoordinasi dengan perangkat Desa Karangrejo dan meminta agar menghubungi orang tua bocah itu. Menerima kabar Ali dan Soni berada di Markas Polsek Manyar, Nuroh pun bergegas meluncur. Saat melihat buah hatinya itulah tangisnya pecah.

Nuroh berterima kasih kepada suami-istri yang menolong dan kepada kepolisian. "Tadi memang pamit pergi ke tambak. Saya kira tambak di dekat rumah, tak tahunya ke tambak tempat kakeknya bekerja. Lokasinya itu jauh di belakang Maspion sana. Memang sering anak dan keponakan saya ini diajak kakeknya ke tambak," katanya di Markas Polsek Manyar.

Kepala Polsek Manyar Inspektur Polisi Satu Bima Sakti Pria Laksana mengingatkan Nuroh agar lebih ketat mengawasi buah hatinya. Ia juga mengimbau masyarakat agar mengambil pelajaran dari kejadian itu. "Jangan teledor dalam mengawasi anak, apalagi masih di bawah umur," ujarnya.