Dikira Makam Tokoh Muslim, Ternyata Bangunan Berusia 2.300 Tahun Ini Kuburan Petinju

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebuah bangunan berusia 2.300 tahun yang terletak di Kota Marmaris, Distrik Turgut, Turki telah lama diyakini oleh penduduk setempat sebagai situs suci umat Islam.

Bahkan selama berabad-abad, penduduk lokal Marmaris mengira bangunan berbentuk piramida di puncak bukti itu adalah tempat pemakaman seorang tokoh besar agama Islam. Penduduk setempat pun telah lama melakukan ritual suci di situs itu.

Berdasarkan tradisi, para pemuda yang akan bergabung dengan angkatan bersenjata biasanya pergi ke situs itu untuk mengambil segenggam tanah sebagai jimat keberuntungan karena diyakini memiliki status keramat.

Situs yang disebut Çağbaba dalam bahasa Turki itu bahkan berfungsi sebagai tempat ziarah penduduk setempat. Mereka yang pergi ke situs itu umumnya berdoa untuk kesehatan dan keberuntungan.

Namun orang-orang mulai berhenti datang ke situs itu pada 1970-an setelah terjadinya penjarahan makam.

Statusnya sebagai situs suci pun mulai pudar ketika tim arkeolog menemukan bukti kuat jika bangunan piramida itu nyatanya adalah makam milik petinju Yunani kuno terkenal bernama Diagoras dari Rhodes. Demikian dikutip dari Greek Reporter, Jumat (11/11).

Tim arkeolog menemukan pesan Diagoras dalam bahasa Yunani yang terukir di dinding makam itu yang tertulis “Saya akan waspada di bagian paling atas untuk memastikan bahwa tidak ada pengecut yang bisa datang dan menghancurkan makam ini”.

Bahkan tim arkeolog juga menemukan nama istri Diagoras, Aristomache yang terukir di atas makam. Tim pun yakin jika dahulu pada makam itu terdapat patung Diagoras dan istrinya sebelum dicuri.

Sebelumnya Diagoras adalah petinju Yunani kuno terkenal pada abad ke-5 sebelum Masehi. Dia pun sering disambut di berbagai tempat karena kesuksesannya atas kariernya sebagai petinju.

Tulisan-tulisan Yunani kuno dari penulis Pindar dan Pausanias sering menulis kehidupan Diagoras.

Diagoras adalah atlet hebat pada masanya. Dia diketahui memenangkan pertandingan Olimpiade dua kali, dua kali di pertandingan Nemean, empat kali di pertandingan Isthmian, dan sekali di pertandingan Pythean.

Bahkan ketiga anak Diagoras, Damagetos, Akousilaos, dan Dorieus adalah pemenang Olimpiade yang berhasil mengalahkan ketenaran dan bakat bapaknya.

Patung Damagetos dan Akousilaos yang mengangkat Diagoras juga dapat ditemukan di Pulau Rhodes, Yunani.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]