Dikira Obat Tetes Mata, Pria Ini Teteskan Lem Super ke Mata Pacarnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Seorang pria secara tak sengaja membuat mata pacarnya menempel hingga tertutup rapat setelah menetesinya dengan lem super. Dia meneteskan zat beracun itu langsung ke mata kanan pacarnya, Regina Amorim, ketika sang pacar meminta bantuannya.

Kejadian itu bermula ketika Regina meminta bantuan kepada pacarnya untuk mengambilkan obat tetes mata yang biasa dipakai untuk mengobati penyakit glaukoma yang dideritanya.

Dilansir dari Mirror, awalnya Regina menyimpan obat tetes tersebut di lemari es di rumahnya di kota Cachoeiro de Itapemirim, Brasil. Namun, pacar Regina kebingungan karena dalam obat tetes mata dan lem super kuat memiliki kesamaan dalam bahasa Portugis.

Dia tidak bisa membedakan antara lem dan obat tetes, yang memiliki nama yang mirip dalam bahasa Portugis 'cola' dan 'colirio'. Kedua wadah plastik itu memiliki ukuran yang sama, terlebih lagi keduanya dilaporkan tidak mengenakan kacamata pada saat itu.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dilarikan ke Rumah Sakit

foto: newsflash
foto: newsflash

Pada saat kejadian, Regina memiringkan kepalanya ke belakang dan membuka matanya lebar-lebar saat pacarnya meneteskan apa yang dia pikir obat tetes mata langsung ke mata Regina.

"Saat tetesan itu mengenai mata saya, saya merasakan sensasi terbakar yang hebat. Saya pikir mata saya akan meledak,” ujar Regina.

Dia dibawa ke rumah sakit setempat, di mana dokter menggunakan serum dan kapas untuk mencoba meringankan rasa sakitnya.

Dokter mata Liana Tito mengatakan kepada UOL, "Ketika produk kimia seperti lem super, atau bahkan gel alkohol, yang cukup sering terjadi, jatuh di daerah mata, kelopak mata bisa terkena luka bakar kimia."

Dia menambahkan bahwa luka bakar juga dapat mempengaruhi kornea dan konjungtiva.

Menghilangkan Bekas Lem

Ilustrasi mata (pixabay)
Ilustrasi mata (pixabay)

Regina dipulangkan pada hari yang sama, tetapi dia mengatakan rasa sakit itu membuatnya tidak bisa tidur.

Dia berkata, "Air mata saya terus mengalir di pipi sepanjang malam."

Dokter menjelaskan perekat yang menempel di daerah silia dapat membentuk kerak, yang bergesekan dengan kornea menyebabkan lesi yang luas. Jika karena alasan tertentu lesi ini berkembang, mereka menyebabkan ulkus bakteri dan kemudian menjadi lesi dengan risiko perforasi dan kebutaan yang akan segera terjadi.

Regina kemudian mengunjungi dokter mata lagi, yang membuka kembali matanya dan menggunakan gunting dan pinset untuk mencoba menghilangkan bekas lem super. Tidak jelas apakah dia akan menderita kerusakan jangka panjang pada matanya atau tidak.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel