Dikira Palsu, Polisi Hutan di Australia Kaget Temukan Kodok "Monster" Toadzilla

Merdeka.com - Merdeka.com - Seekor kodok tebu raksasa ditemukan petugas patroli hutan di Australia utara. Petugas ini sempat mengira hewan ini palsu.

Kodok "monster" ini enam kali lebih besar dari rata-rata kodok tebu lainnya. Beratnya mencapai 2,7 kilogram dan memecahkan rekor dunia.

Disebut Toadzilla, hewan ini langsung ditaruh di sebuah tempat dan dibawa ke luar hutan.

Dikutip dari BBC, Minggu (22/1), kodok tebu pertama kali ditemukan di Australia pada 1935, merupakan salah satu hama paling merusak di negara tersebut. Saat ini jumlahnya diperkirakan ratusan juta ekor.

Kylee Gray tidak percaya ketika melihat amfibi ini saat berpatroli di Queensland,

"Saya tidak pernah melihat apapun sebesar ini," jelasnya kepada ABC.

"(Terlihat) hampir seperti bola berkaki. Kami menyebutnya Toadzilla."

Timnya langsung menangkap Toadzilla betina itu dan membawanya ke markas untuk ditimbang. Tim ini kaget ketika mengetahui Toadzilla ini memecahkan rekor baru dunia.

Kodok tebu terbesar yang tercatat dalam Guinness World Record seberat 2,65 kilogram dan berasal dari Swedia. Kodok tebu peliharaan bernama Prinsen itu tercatat dalam Guinness World Record pada 1991.

Gray mengatakan kodok raksasa itu kemungkinan memangsa serangga, reptil, dan binatang kecil.

"Seekor kodok tebu seukuran itu akan memakan apapun yang bisa masuk ke mulutnya," kata Gray.

Kodok tebu tidak memiliki pemangsa alamiah di Australia dan spesies beracun ini telah menyebabkan punahnya populasi hewan asli.

Gray mengatakan tidak tahu berapa umur Toadzilla tersebut. Tapi hewan ini bisa hidup sampai 15 tahun di hutan.

Toadzilla itu disuntik mati, praktik standar untuk hewan hama di Australia dan akan disumbangkan ke Museum Queensland. [pan]