Dikira Pencuri karena Sembunyi di Atap Rumah, Pria Asal Bojonegoro Dimassa Warga

Merdeka.com - Merdeka.com - Nasib nahas dialami buruh bangunan asal Dayu Geneng, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Abdul Kohar (42). Dia menjadi bulan-bulanan warga karena sebagai pencurian yang memanjat atap rumah warga di Jalan Ratulangi, Makassar. Kejadian itu viral di media sosial.

"Orang yang dalam video tersebut sudah kita amankan, karena terjadi main hakim sendiri atau penganiayaan," ujar Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Ajun Komisaris Lando KS melalui pesan WhatsApp, Jumat (11/11).

Lando menyebutkan, dari interogasi yang dilakukan, kejadian tersebut berawal saat Kohar memanjat untuk bersembunyi di atas rumah warga di Jalan Ratulangi Makassar sehingga dikira pencuri. Akibatnya, Kohar diamuk warga hingga mengalami luka-luka.

"Beruntung anggota Polsek Mamajang datang dan membawa Kohar ke RS Bhayangkara," kata dia.

Saat diperiksa, Kohar mengaku nekat memanjat rumah warga karena dikejar orang suruhan dari Kabupaten Selayar. Kohar mengaku sebelumnya diri sempat bertengkar di lokasi proyek pembangunan di Kabupaten Selayar.

"Korban menjelaskan persoalan tersebut merupakan rentetan perbuatan yang telah dirinya lalukan di Kabupaten Pulau Selayar berupa penganiayaan karena terjadi kecemburuan sosial tentang masalah upah kerja. Korban melarikan diri dan hendak pulang kampung halamannya di Jawa Timur dengan menggunakan kapal," bebernya.

Saat kapal yang ditumpangi Kohar sandar di Pelabuhan Makassar, ternyata sudah menunggu teman dari orang yang berselisih dengannya. Kohar kemudian lari menyelamatkan diri hingga mencari tempat persembunyian atap rumah warga.

"Orang yang mengejarnya akhirnya tidak menemukan korban. Sampai pada akhirnya, korban ditemukan warga dan menuduhnya sebagai pencuri karena bersembunyi di atap rumah," kata Lando.

Akibat di massa warga, Kohar mengalami luka robek pada kepala, pundak kiri bagian belakang. Tak hanya itu, Kohar mengalami luka bengkak pada kaki kanan dan luka gores pada bagian muka dekat mata.

Meski sempat di massa warga karena dikira pencuri, Kohar mengaku tidak keberatan. Lando menyebut, saat ini Kohar hanya ingin pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

"Karena sekarang keadaannya tidak memiliki biaya untuk pulang ke kampung halamannya," ucapnya. [lia]