Diknas Tarik Buku Teks Bermuatan Pornografi

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Januar Alamijaya

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Setelah menuai kontroversi selama beberapa waktu, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan akhirnya memutuskan untuk melakukan penarikan terhadap buku teks Pendidikan Jasmani bagi siswa kelas V Sekolah Dasar yang diduga mengandung unsur pornografi di dalamnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Balikpapan, Sri Wahyuningsih Rabu (19/9/2012) mengatakan setelah mendengar laporan adanya unsur mengenai pornografi di buku teks tersebut, pihaknya langsung menerjunkan tim untuk mengecek langsung ke lapangan apakah buku itu beredar di sekolah-sekolah di Balikpapan.

Dari hasil peninjauan langsung ke lapangan ternyata buku itu memang telah dipakai oleh beberapa sekolah, karena buku yang dipersoalkan itu sebenarnya diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemendiknas.

"Kami sudah lakukan sidak ke lapangan ternyata buku itu memang ada, buku itu memang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional dan dibeli melalui dana BOSpus karena ada di daftar di buku-buku oleh Kementerian yang layak dibeli," katanya.

Dari penemuan itu kemudian dilanjutkan dengan mengumpulkan pengawas Bahasa Indonesia untuk melakukan kajian apakah memang benar terdapat unsur-unsur pornografi dalam buku Pendidkan Jasmani itu.

Setelah mengkaji tim pengawas Bahasa Indonesia mengambil kesimpulan meski kemudian jika melihat secara mendasar tidak ada unsur pornografi di dalamnya, namun tetap saja mereka memberikan rekomendasi bahwa bahasa-bahasa yang tercantum di dalamnya tidak pantas untuk diajarkan kepada siswa Sekolah Dasar.

Baca Juga:

  • Ratu Prostitusi Keyko hanya Dijerat Pasal 6 Bulan Penjara
  • Duta Besar Swedia Kunjungi Balikpapan
  • Hakim Supriyadi Banting Palu Sidang 
  • Haji Tajang Kembalikan Uang Korupsi Rp 10 M
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.