Dikonfirmasi Terlibat Proyek, Oknum Polisi Ancam Wartawan

Laporan Wartawan Pos Kupang, Diana Ahmad

TRIBUNNEWS.COM, MBAY-- Anggota Intel Polres Ngada berinisial MK naik pitam ketika dikonfirmasi  informasi dugaan keterlibatannya dalam Proyek Rabat Beton di Kotagana, Kecamatan Mauponggo. Bukannya klarifikasi, MK yang dihubungi, Jumat (8/3/2013), malah mengeluarkan kata-kata ancaman kepada wartawan Pos Kupang Nagekeo, Adiana Ahmad, dan wartawan Flores  Pos atas nama Wim De Rosari yang meminta klarifikasi kasus tersebut.

MK menurut informasi warga Kotagana, diduga terlibat dalam Proyek Rabat Beton tahun anggaran 2012 di Kotagana, Kecamatan Mauponggo. Setelah menerima informasi tersebut, wartawan Pos Kupang dan Flores Pos Nagekeo menghubungi MK melalui telepon genggamnya untuk meminta klarifikasi.

Bukannya memberikan klarifikasi,  MK malah memberikan respon kurang bersahabat.  Ia menolak memberikan klarifikasi dengan alasan tidak mengenal wartawan Pos Kupang dan Flores Pos.

"Informasi apa? Saya tidak mau bicara karena saya tidak kenal Anda. Saya ini orang dari sana. Kalau proyek itu ada masalah, kenapa masyarakat tidak mengadu ke saya, tapi ke Anda.  Memang Anda siapa. Anda dapat nomor saya dari mana?" taya MK dengan suara tinggi.

MK juga tidak mau mengerti ketika dijelaskan kalau ia dikonfirmasi demi keseimbangan informasi karena namanya disebut-sebut ikut terlibat dalam proyek tersebut. Ia malah mengancam akan melaporkan wartawan Pos Kupang Nagekeo dan wartawan Flores Pos Nagekeo secara hukum jika kedua wartawan nekad menulis berita dugaan keterlibatannya dalam proyek tersebut.

"Silakan tulis. Saya laporkan kau," kata MK ketika kedua wartawan meyakinkan kebenaran status kewartawanan mereka melalui tulisan di kedua media.

MK berulangkali meminta kedua wartawan memberitahu darimana kedua wartawan mendapat nomor telepon selulernya. "Darimana kamu dapat nomor telepon saya. Pasti dari anggota. Silakan lapor, saya tunggu kamu di Bajawa. Nanti lihat!" kata MK dengan nada mengancam.

MK beralasan, menolak memberikan klarifikasi  karena khawatir kedua wartawan tidak jelas alias gadungan.  "Selama ini banyak yang menelepon dan mengaku wartawan.  Kamu juga wartawan tidak tahu etika," kata MK lalu menutup sambungan telepon selulernya.

Kapolres Ngada, AKBP Daniel Yudo Ruhoro ketika dihubungi melalui pesan singkat terkait sikap arogan anggotanya tersebut, hanya menjawab masih rapat dan akan menghubungi balik wartawan ketika selesai rapat. Saat dikonfirmasi Yudo Ruhoro sedang berada di Kupang.

Baca juga:

  • Besok Mubyl Handaling Diangkat Jadi Ketua Partai NasDem Sulsel
  • Jaladara Kembali Beroperasi Setelah Stop Lima Bulan
  • Ogoh-ogoh Pria Kacamata Berbaju Biru Digantung di Monas
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.