Dikritik Karena Sering ke Jakarta, Ini Jawaban Bupati Sidrap

Laporan Wartawan Tribun Timur, Liston Damanik

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Bupati Sidrap, Rusdi Masse mulai angkat bicara seputar gonjang-ganjing yang mempertanyakan dirinya yang lebih sering berada di Jakarta. Rusdi mengaku sering berada di luar daerah untuk kepentingan pembangunan di Sidrap.

Mantan politisi Partai Bintang Reformasi yang kini berlabuh sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Sidrap itu enggan untuk mengungkapkan urusannya di luar daerah yang dimaksud. Namun ia berjanji akan membeberkan semuanya saat mendekati pilkada Sidrap nanti.

"Saya sering keluar daerah itu untuk kepentingan pembangunan di Sidrap. Bupati itu jabatan manajerial, sehingga tidak mutlak harus masuk kantor. Kalau di kantor terus tidak ada itu yang jadi di Sidrap," kata Rusdi saat ditemui usai menghadiri open house di kediaman Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, Kamis (1/9).

Saat Tribun menanyakan urusan yang tengah digarapnya, sehingga ia sering berada di luar daerah, Rusdi yang sebelum menjabat bupati berprofesi sebagai pengusaha itu enggan membeberkan urusan yang dimaksudnya.

"Jangan dulu dibuka sekarang, nanti kalau mendekati pilkada baru saya buka semua apa sebenarnya yang saya urus di Jakarta," kata Rusdi sambil tersenyum. Ia pun menegaskan kepergiannya ke luar daerah untuk kepentingan daerahnya dan bukan untuk kepentingan pribadi.

Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Sidrap, Hafied menganggap wajar seorang bupati jarang berada di daerahnya, selama roda pemerintahan dan pembangunan daerah tidak terganggu. Menurutnya, jika bupati tidak di tempat, maka tugasnya dapat dijalankan wakil bupati.

"Selama ini saya lihat di Sidrap aman-aman saja. Tak ada gangguan dalam roda pemerintahan," kata politisi PKS Sidrap itu saat dihubungi melalui telepon selulernya. Tak hanya roda pemerintahan, roda perekonomian di daerah ini menurutnya stabil. Aktivitas perdagangan lancar dan investasi aman.

"Mungkin saja Bupati lebih banyak di Jakarta karena ada lobi investasi yang dilakukan. Atau ada juga anggaran yang sedang diurus," katanya sambil mengakhiri pembicaraan.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.