Dikritik soal Konten, Emang Berapa Sih Gaji Ria Ricis di YouTube

·Bacaan 1 menit

VIVARia Ricis tengah menjadi trending topic Twitter. Ia mendapat kritik dari netizen karena membuat konten di tengah suasana duka dan menyisipkan iklan di dalamnya. Konten yang dibuat ini berkaitan dengan ayahnya yang meninggal dunia pada Jumat kemarin, 4 Juni 2021.

Adik dari Oki Setiana Dewi itu merupakan pembuat konten (content creator) YouTube yang memiliki banyak subscriber. Saluran YouTube yang bernama Ricis Official itu saat ini sudah memiliki 25,7 juta langganan dengan konten berjumlah 13 ribu video. Lalu berapa 'gaji' yang diterima Ria Ricis dari YouTube?

Baca: Buruan Beli Oppo Find X3 Pro 5G, Jangan Sampai Nyesal

Berdasarkan pantauan VIVA Tekno dari situs Social Blade pada Senin, 7 Juni 2021, Ria Ricis menjadi YouTuber nomor dua di Indonesia. Pendapatan bulanannya diperkirakan mencapai US$19,5-312,3 ribu atau Rp278 juta hingga Rp4,4 miliar.

Untuk pendapatan tahunannya diprediksi mencapai US$234,3 ribu hingga US$3,7 juta atau Rp3,3 sampai 52 miliar. Pada Sabtu, 5 Juni pekan lalu, subscriber-nya bertambah lebih dari 100 ribu. Jumlah viewer kontennya pun bertambah lebih dari 10 juta penonton menjadi 3,8 miliar.

Baru-baru ini akun Twitter @mazzini_gsp menyayangkan soal Ria Ricis yang membuat konten dan tetap meletakkan iklan di dalamnya di tengah suasana duka.

"Mendulang traffic dan adsense dari kematian ayah kandung adalah sehina-hinanya konten," tulis Mazzini mengawali komentarnya.

Mazzini lalu menghitung setidaknya ada tiga konten tentang duka ditinggal pergi sang ayah yang dibagikan ke akun YouTube Ricis Official.

Ketiga video itu berjudul Rumah Baru Papa, Liat Kamar Papa Terakhir Kali, dan Ulang Tahun Ibu Tanpa Papa. Ketiganya tetap diaktifkan iklan atau adsense-nya.

"Gue ngitungnya 3 sih, mana iklan banyak banget lagi. 5 koten emang? 2 yg mana? Btw opini pribadi sih, menurut gue gak etis aja sih bikin konten ginian saat beneran baru ditinggal wafat. Tapi gak paham juga kalau ini udah kesepakatan keluarga besar ybs," tutur Mazzini.