Dikurung Sejak Bayi Selama Hampir 8 Tahun, Bocah Jerman Akhirnya Bebas

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang anak perempuan berusia delapan tahun di Jerman berhasil dibebaskan setelah disembunyikan oleh ibu dan kakek-neneknya selama hampir delapan tahun.

Anak yang dinamakan sebagai ‘Maria’ oleh media-media Jerman itu diyakini telah disekap selama tujuh setengah tahun di rumah milik kakek-neneknya di Kota Attendorn, Jerman.

Karena disekap lama, anak itu memiliki keterbelakangan fisik. Meski dapat berbicara dan berjalan, tetapi anak itu tidak dapat menaiki anak tangga atau berjalan di tanah yang tidak rata.

"Dia tidak bisa melihat sekilas dunia luar," jelas jaksa Patrick Baron von Grotthuss, dikutip dari The Guardian, Rabu (9/11).

Otoritas kota menjelaskan meski Maria disekap selama itu, namun dokter tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan fisik atau kekurangan gizi. Dokter menjelaskan dalam pemeriksaan, anak itu menceritakan dia tidak pernah melihat hutan, berada di padang rumput, atau naik mobil.

Hingga kini alasan anak itu disekap belum diketahui pasti. Ibu dan kakek-nenek yang menyekap Maria pun enggan memberikan penjelasan kepada polisi setempat.

Sebelumnya anak itu terpisah dari ayahnya ketika masih berusia enam bulan. Ayah Maria menemukan surat kecil di kaca mobilnya yang bertuliskan pasangannya akan membawa Maria ke Italia.

Ibu yang dinamakan tabloid setempat sebagai ‘Rosemarie G’ itu menyatakan dia beserta anaknya pindah ke Calabria, bagian selatan Italia pada pertengahan 2015.

Ketika ayah Maria melapor kepada pihak berwajib pada September 2015, dia sebelumnya telah melihat pasangannya dan anaknya di Kota Attendorn berkali-kali. Namun ketika ayah Maria menanyakan keberadaan anaknya dan pasangannya kepada orang tua Rosemarie G, mereka menyatakan anaknya dan cucunya sudah berada di Italia.

Penyelidikan keberadaan anak itu dimulai kembali pada Juli lalu setelah sepasang suami istri yang tinggal di wilayah Lennestadt melapor ke polisi tentang keberadaan anak perempuan yang sudah berusia delapan tahun itu.

Anak itu selama ini disembunyikan selama delapan tahun kurang di rumah kakek dan neneknya atau rumah orang tua Rosemarie G.

Saudara-saudara Rosemarie G yang tinggal di Italia juga menyatakan dia tidak pernah tinggal di Italia. Polisi Italia juga membenarkan Rosemarie G dan anaknya tidak pernah tinggal di Calabria.

Akhirnya 11 hari kemudian, anak itu berhasil ditemukan dan dibebaskan dari rumah kakek-neneknya di Kota Attendorn.

Kini kantor kejaksaan Kota Siegen, Jerman sedang menyelidiki ibu dan kakek-nenek anak itu atas pemenjaraan palsu dan penganiayaan terhadap anak di bawah umur.

Sang ibu atau Rosemarie G yang dilaporkan berusia 47 tahun, terancam hukuman 10 tahun penjara.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]