Dilantik Jokowi, Megawati Resmi Jadi Dewan Pengarah BRIN

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Presiden Kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri bersama 9 orang lainnya, resmi menduduki jabatan baru yakni Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) usai resmi dilantik Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Bahwa saya akan setia kepada Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Jokowi ditirukan segenap Dewan Pengarah BRIN di Istana Negara Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Posisi Megawati sendiri diketahui adalah sebagai ketua dewan pengarah BRIN. Melalui pelantikan hari ini, 10 anggota dewan pengarah BRIN akan masing-masing diberi hak keuangan dan fasilitas lainnya sesuai perundang-undangan.

Sebagai informasi, keputusan presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan di Jakarta pada tanggal 12 Oktober 2021, ditetapkannya Megawati sebagai Dewan Pengarah BRIN termaktub dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 33 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Peraturan tersebut ditandatangani pada 28 April 2021 dan diundangkan di hari yang sama.

Daftar Dewan Pengarah BRIN

Berikut daftar nama keanggotaan Dewan Pengarah BRIN:

1. Doktor Honoris Causa Megawati Soekarnoputri sebagai ketua

2. Menteri Keuangan sebagai wakil ketua

3. Menteri perencanaan pembangunan nasional kepala badan perencanaan pembangunan nasional sebagai wakil ketua

4. Doktor Honoris Causa Sudame Agung Suyoto sebagai sekretaris

5. Prof. Dr. Emil Salim, M.A., Ph.D.

6. Prof. I Gede Wenten M.Sc., Ph.D sebagai anggota

7. Bambang Kisowo SH LLM sebagai anggota

8. Professor Adi Utarini, MSc., MPH, PhD sebagai anggota

9. Prof. Dr. ir. Marsudi W. Kisworo, sebagai anggota

10. Insinyur Tri Mumpuni sebagai anggota

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel