Dilaporkan Anak Kandung karena KDRT, Nenek 70 Tahun di Kupang Batal Ditahan

Merdeka.com - Merdeka.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur akhirnya menangguhkan penahanan Norma Hendriana (70). Perempuan tua yang dipidanakan anak kandungnya dengan tuduhan KDRT itu batal dijebloskan ke penjara karena alasan kemanusiaan.

"Kami lebih mementingkan asas kemanusiaan. Kasus ini melibatkan tiga orang yang berkaitan darahnya, yaitu bapak, mama dan anak kandung," jelas Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kupang Banua Purba, Kamis (22/9).

Pertimbangan untuk penangguhan penahanan, karena Norma dinilai kooperatif. Banua mengatakan, semua pihak terkait yang merupakan keluarga kandung ini tentu akan mempertahankan argumentasinya masing-masing. Namun pengadilan lah yang akan membuktikan siapa yang benar dan salah.

Kirim Surat ke Komisi III

Sebelumnya, Norma sempat melayangkan surat ke beberapa instansi untuk mencari keadilan. Dia juga bersurat khusus kepada anggota Komisi III DPR RI, Beny Kabur Harman.

Norma meminta perlindungan hukum terkait dugaan kasus rekayasa yang menjeratnya. Dia berharap bisa dibantu Komisi III DPR RI, terutama Beny K. Harman.

"Semoga saya bisa dibantu perihal mencari keadilan atas kriminalisasi terkait dugaan kasus rekayasa atas KDRT, yang terjadi di Kota Kupang dengan nomor polisi:LP/B/748/XI/2021/SPKT/Polres Kupang Kota/Polda Nusa Tenggara Timur," tulisnya.

Dalam suratnya, Norma menguraikan kekecewaannya. Dia yang merasa menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh anaknya, malah menjadi tersangka. Sementara anaknya yang lebih dulu menjadi tersangka malah bebas berkeliaran.

"Melalui surat ini izinkan saya memperkenalkan diri saya Norma Hendriana Lansia berumur 70 Tahun yang beralamat di Jalan Bintang No 1 Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kupang, NTT, ingin menyampaikan kekecewaan saya atas ketidakadilan yang saya alami dan juga kiminalisasi yang saya terima dari aparat penegak hukum baik Kepolisian Resor Kupang Kota dan juga Kejaksaan Negeri Kota Kupang," tulisnya.

"Saya memohon kepada bapak bahwa sehubungan dengan peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada tanggal 22 November 2021, yang mana pelaku Saudari Christin Natalia Chandra berusia 40 tahun yang adalah anak kandung saya melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada saya," tambahnya.

Saling Lapor

Dalam kasus ini, Christin Natalia Chandra telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polsek Kelapa Lima Kupang. Kasusnya telah dilimpahkan dan disidangkan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang.

Sementara, Christin juga melaporkan ibunya dalam kejadian atau peristiwa yang sama. Norma dituduh melakukan KDRT kepadanya. Perempuan yang melahirkannya itu pun ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polresta Kupang.

"Faktanya sayalah korban dari kekerasan dalam peristiwa tersebut dan akibat dari perbuatan kekerasan saudari Christin Natalia Chandra menyebabkan tulang belakang saya mengalami patah, dan tidak bisa disembuhkan seperti semula karena kondisi fisik saya yang sudah berusia 70 tahun. Sampai surat ini saya buat, saya masih menjalani perawatan intens oleh dokter dan harus menjalani terapi rumit, untuk menjaga potensi cedera yang lebih buruk terjadi pada tulang saya," tulisnya lagi dalam suratnya. [yan]