Dilaporkan Menipu Rp 5 M, Farhat Abbas Janji Diperiksa Selasa Depan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Farhat Abbas, terlapor kasus dugaan penipuan sebesar Rp 5 miliar pada seorang terpidana kasus narkoba, Liem Marita alias Aling, sampai dengan saat ini masih belum diperiksa penyidik.

"Kasusnya masih disidik, masih diproses. Penyidik juga sudah melakukan pemanggilan pada yang bersangkutan (Farhat). Tapi dia belum diperiksa," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Kamis (13/6/2013) di Mapolda Metro Jaya.

Rikwanto menuturkan pada Selasa (11/6/2013) lalu, penyidik sudah melayangkan panggilan pada Farhat sebagai saksi. Namun Farhat belum diperiksa, dia berhalangan ada kepentingan lain. Kemudian, Farhat menyanggupi pemanggilan pada Selasa (18/6/2013) lalu.

"Tanggal 18 Juni 2013 nanti, Farhat menyanggupi datang diperiksa penyidik sebagai saksi," kata Rikwanto.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Farhat dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan dugaan penipuan sebesar Rp 5 milyar pada seorang terpidana kasus narkoba, Liem Marita alias Aling.

Atas dasar dugaan tersebut, Leim Marita melaporkan suami Nia Daniati itu ke Polda Metro Jaya melalui kuasa hukumnya, Nancy Yuliana, dengan nomot laporan LP/1559/V/2013/Ditreskrimum Polda Metro Jaya, pada 11 Mei 2013 lalu. Dalam laporan itu, Farhat disangkakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan.

Saat dikonfirmasi ke Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengenai kebenaran laporan tersebut, hal itu dibenarkan oleh Rikwanto.

"Kasusnya ada, FA (farhat Abbas) dilaporkan oleh Aling dengan dugaan penipuan atau penggelapan. Kasusnya masih disidik di Ditreskrimum dan saat ini FA belum diperiksa," terang Rikwanto, Senin (2/6/2013) di Mapolda Metro Jaya.

Dalam laporan tersebut diketahui, kejadian berawal saat terlapor (Farhat Abbas) menjanjikan ke pelapor akan mengajukan upaya PK ke dua ke Mahkamah Agung agar mendapat keringanan hukuman.

Aling sendiri merupakan terpidana narkoba yang telah divonis hukuman seumur hidup pada tahun 2011. Dan saat ini, Aling menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita, Tangerang.

"Jadi Aling ini dijanjikan mendapat keringanan hukuman dari seumur hidup menjadi 15 tahun penjara dengan syarat membayar kepada FA sebesar Rp 3 miliar," ucap Rikwanto.

Namun, proses pengajuan kembali belum berjalan, Farhat kembali menjanjikan keringanan hukuman kepada Aling, dari 15 tahun penjara menjadi 10 tahun penjara, dengan syarat membayar lagi Rp 2 miliar.

Lalu Aling menuruti permintaan pelapor dan melalui temannya mentransfer uang ke rekening milik FA dan sebagian diserahkan secara langsung, secara tunai dalam bentuk dollar Singapura. Dan total kerugian yang dilaporkan Aling mencapai Rp 5.750.000.000. Lalu apabila gagal maka uang akan dikembalikan.

Nyatanya, hingga laporan tersebut dibuat, Aling tidak juga mendapat keringanan hukuman. Dan aling malah mendapat jawaban dari MA jika tidak ada PK ke dua. Merasa tertipu akhirnya Aling memutuskan melaporkan Farhat ke Polda Metro.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.