Diledek Roket Hamas, Israel Malah Gempur Gaza

Febrika Indirawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ternyat Israel membalas perbuatan Hamas yang berada di jalur Gaza dengan melakukan serangan pada malam hari waktu setempat.

Setelah beberapa hari yang lalu Hamas sempat menantang Israel dengan meluncurkan roket dan balon yang diikat dengan bahan peledak.

Ternyata peluncuran beberapa balon api itu memang dikirim Hamas ke Israel dalam beberapa hari terakhir ini. Israel mengerahkan jet tempur, helikopter tempur, dan tank untuk menyerang Hamas termasuk infrastruktur bawah tanah dan pos pengamatan yang tengah di bangun kelompok teroris itu.

Dilansir VIVA Militer dari Al Jazeera Rabu 12 Agustus 2020, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dan tidak ada tanggapan dari Hamas atas serangan yang dilakukan oleh Israel.

Namun ketika Hamas meluncurkan balon dengan bahan peledak, dinas pemadam kebakaran Israel mengatakan bahwa kejadian itu hanya menyebabkan 60 kebakaran dan tidak ada yang terluka atas kejadian itu.

Memang peluncuran balon yang diikat dengan bahan peledak pertama kali muncul sebagai serangan senjata di Gaza selama protest yang terjadi pada tahun 2018. Kejadian itu menyebabkan ribuan kebakaran di lahan pertanian Israel.

Meski aksi protes dilakukan pada tahun 2018, Israel menutup jalur penyebrangan Kerem Shalom dengan Gaza sebagai tanggapan atas serangan balon yang baru terjadi beberapa hari belakang.

Hamas mengecam Israel bahwa penutupan jalur itu adalah langkah agresif yang memperlihatkan desakan Israel untuk mengepung Gaza. Penutupan jalur Kerem Shalom juga memperburuk situasi di Gaza.

Hamas dan Israel telah berperang tiga kali sejak 2008. Meskipun gencatan senjata tahun lalu didukung oleh PBB, Mesir dan Qatar, ketika kedua belah pihak bentrok secara sporadis.

Seorang analis Palestina mengatakan tembakan lintas batas dari Gaza sering digunakan sebagai alat tawar-menawar untuk mengamankan lampu hijau dari Israel untuk masuknya bantuan keuangan Qatar ke wilayah tersebut.

Baca: Rusia Akan Tambah Pesawat Tempur Su-35S Lagi Demi Menghadapi Amerika